169169

AWILARASAWILARAS

Penelitian ini merumuskan masalah tentang “. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field resech). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan “. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi/gabungan. Teori yang digunakan adalah teori struktur pertunjukan yang dikemukakan oleh Djelantik dan merujuk pendapat dari Endraswara sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa terdiri dari pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan, disajikan dalam bentuk zikir grop yang dipimpin oleh Syeh. Tujuan pelaksanaan untuk memeriahkan hari raya Idul Fitri, dilakukan selama tiga sampai empat malam berturut-turut oleh kaum laki-laki berusia 15 sampai 60 tahun. Jumlah pemain sebanyak 40 sampai 70 orang. Formasi gerakan berupa lingkaran dan bentuk shaf. Syair Rateb Mensa terdiri dari Al-Fatihah, takbir lebaran, zikir, shalawat dan laweut (syair). Penelitian ini memperlihatkan bahwa pelestarian Rateb Mensa memerlukan dukungan dokumentasi, regenerasi, dan revitalisasi melalui pendekatan komunitas agar tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi tetap bermakna sebagai warisan budaya takbenda Aceh yang hidup.

Rateb Mensa merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk menyambut hari raya Idul Fitri.Pelaksanaannya dilakukan selama 3 sampai 4 malam berturut-turut, tergantung dari kesepakatan panitia penyelenggaranya.Pelaksanaan Rateb Mensa biasa dilakukan pada malam ke- 27 sampai malam ke 29 Ramadhan atau setelah hari raya Idul Fitri yaitu pada malam keempat bulan Syawal dan ditutup dengan kegiatan kenduri dengan memotong tiga ekor kambing.Struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa terdiri dari pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan, disajikan dalam bentuk zikir grop yang dipimpin oleh Syeh.Pelestarian tradisi ini memerlukan dukungan dokumentasi, regenerasi, dan revitalisasi melalui pendekatan komunitas.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji secara mendalam mengenai nilai-nilai sosial dan religius yang terkandung dalam tradisi Rateb Mensa, serta bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi oleh masyarakat setempat. Hal ini penting untuk memahami fungsi sosial dan religius Rateb Mensa yang lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada upaya revitalisasi tradisi Rateb Mensa melalui pendekatan pendidikan karakter, dengan melibatkan generasi muda sebagai pewaris budaya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda dalam melestarikan tradisi Rateb Mensa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan wisata budaya berbasis tradisi Rateb Mensa, dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Pengembangan wisata budaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal.

Read online
File size763.4 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test