UNIKAUNIKA

G-SMARTG-SMART

Tanah merupakan komponen penting dalam konstruksi dan dapat mengalami ekspansi yang merusak bangunan. Penelitian ini memeriksa sifat fisik, mineral, dan potensi pengembangan tanah di Lokasi X Kota Semarang, serta memanfaatkan tiga bahan penambah: kapur dolomite, kulit telur puyuh, dan natrium hidroksida dalam kadar 5 %, 10 %, dan 15 %. Hasil pengujian X‑ray fluorescence menunjukkan dominasi silika (54,6 %), sedangkan uji Atterberg limit dan swelling test menunjukkan bahwa natrium hidroksida paling efektif mengurangi nilai indeks plastisitas dan pengembangan tanah. Oleh karena itu, natrium hidroksida disarankan sebagai bahan penambah untuk memperbaiki sifat ekspansif tanah.

Tanah di Lokasi X Kota Semarang memiliki butiran dominan sand, indeks plastisitas moderat, dan potensi ekspansi sedang.Penambahan natrium hidroksida, kulit telur puyuh, maupun kapur dolomite secara bertahap menurunkan nilai indeks plastisitas, namun natrium hidroksida paling signifikan mengurangi swelling test menjadi 0,00 mm pada kadar 15 %.Dengan demikian, natrium hidroksida terbukti menjadi bahan penambah paling efektif untuk menurunkan potensi pengembangan tanah secara signifikan.

Untuk memperdalam pemahaman tentang waktu pengeringan, peneliti selanjutnya dapat menyelidiki efek laju pengeringan tanah terdegradasi secara interaktif pada fase kelembaban berbeda, memanfaatkan sensor kelembaban kontinu; selanjutnya, eksplorasi synergistic antara natrium hidroksida dan bahan organik yang diperoleh dari limbah pertanian dapat ditinjau guna menilai apakah kombinasi tersebut memperbaiki struktur tanah secara lebih efisien dan berkelanjutan; terakhir, studi lapangan jangka panjang yang melacak perubahan indeks plastisitas, kepadatan, dan permeabilitas tanah setelah aplikasi natrium hidroksida 15 % secara bertahap akan menambah validitas dan aplikasi praktis dari temuan laboratorium ini.

Read online
File size809.06 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test