INTELEKMADANIINTELEKMADANI

Pharmacology And Pharmacy Scientific JournalsPharmacology And Pharmacy Scientific Journals

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi clay mask berbasis bentonit dengan penambahan ekstrak sarang burung walet sebagai agen anti-aging alami. Ekstrak diperoleh melalui ekstraksi air dengan sonikasi dan distandardisasi menggunakan spektrofotometri dan ELISA untuk memastikan keberadaan senyawa bioaktif seperti EGF dan asam sialat. Formulasi clay mask dievaluasi berdasarkan karakteristik fisik, stabilitas penyimpanan pada berbagai suhu, aktivitas antioksidan (DPPH dan ABTS), keamanan biologis (uji sitotoksisitas MTT), dan efektivitas dalam merangsang produksi kolagen dan elastin (ELISA). Hasil menunjukkan bahwa formulasi stabil secara fisik dan kimia, tidak toksik terhadap sel fibroblas, memiliki aktivitas antioksidan tinggi, serta meningkatkan produksi kolagen dan elastin secara signifikan. Formulasi ini juga tidak menimbulkan iritasi. Clay mask ekstrak sarang burung walet memiliki potensi besar sebagai produk kosmetik anti-aging berbasis bahan alam yang aman dan efektif.

Formulasi clay mask berbahan dasar bentonit dengan ekstrak sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) 5% menunjukkan stabilitas fisik dan kimia yang baik, dengan pH, viskositas, dan karakteristik organoleptik yang sesuai untuk aplikasi topikal.Aktivitas antioksidan yang tinggi, keamanan terhadap sel fibroblas, dan tidak adanya efek iritasi berdasarkan uji HET-CAM memperkuat potensi formulasi ini sebagai produk kosmetik yang aman.Kemampuannya dalam merangsang produksi kolagen dan elastin pada sel fibroblas menunjukkan potensi anti-aging yang menjanjikan.Berdasarkan hasil tersebut, clay mask SBW layak dikembangkan sebagai produk perawatan kulit alami dengan efektivitas tinggi.Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan dilakukan uji lanjutan menggunakan model kulit tiga dimensi atau jaringan eks vivo, optimasi formula untuk meningkatkan stabilitas bioaktif terhadap suhu tinggi, serta studi penetrasi kulit dan uji klinis skala kecil sebelum komersialisasi.

Saran penelitian lanjutan meliputi: 1. Menggunakan model kulit tiga dimensi atau jaringan eks vivo untuk memperkuat validitas hasil in vitro dan mengevaluasi efektivitas formulasi clay mask secara lebih komprehensif. 2. Optimasi formula untuk meningkatkan stabilitas bioaktif terhadap suhu tinggi, sehingga dapat mempertahankan aktivitas EGF dan asam sialat dalam jangka waktu yang lebih lama. 3. Melakukan studi penetrasi kulit dan uji klinis skala kecil untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk dalam kondisi penggunaan nyata, serta mengidentifikasi dosis optimal untuk aplikasi topikal.

  1. A multi‐center comparative efficacy and safety study of two different hyaluronic acid fillers... doi.org/10.1111/jocd.12916A multiyAAAacenter comparative efficacy and safety study of two different hyaluronic acid fillers doi 10 1111 jocd 12916
  2. Oxidative stress, aging and diseases | CIA. oxidative stress aging diseases cia doi.org/10.2147/CIA.S158513Oxidative stress aging and diseases CIA oxidative stress aging diseases cia doi 10 2147 CIA S158513
  3. Hyaluronic acid microneedle patch for the improvement of crow's feet wrinkles - Choi - 2017 - Dermatologic... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/dth.12546Hyaluronic acid microneedle patch for the improvement of crows feet wrinkles Choi 2017 Dermatologic onlinelibrary wiley doi 10 1111 dth 12546
Read online
File size412.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test