UYMUYM

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

Stunting merupakan gambaran keadaan gagal tumbuh kembang pada balita yang terjadi dalam jangka waktu lama, dengan balita lebih pendek dibanding tinggi badan pada umumnya. Sanitasi merupakan salah satu faktor tidak langsung yang mempengaruhi kejadian stunting. Berdasarkan data, dari 27,67% balita stunting, 11% mengalami diare yang dipengaruhi oleh penyebab tidak langsung yakni 22,39% kepala keluarga belum mengakses sanitasi layak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi fasilitas sanitasi pada balita stunting di Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki fasilitas air bersih yang memenuhi syarat, tetapi kurang dalam fasilitas jamban, cuci tangan, penyimpanan air minum, makanan, sampah, dan saluran pembuangan air limbah. Diharapkan optimalisasi dukungan pemerintah dalam memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi di rumah tangga.

Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki fasilitas air bersih yang memenuhi syarat, namun 90% responden memiliki fasilitas jamban yang tidak memenuhi syarat.Semua responden tidak memiliki fasilitas cuci tangan menggunakan sabun yang memenuhi syarat.Fasilitas penyimpanan air minum dan makanan sebagian besar tidak memenuhi syarat.Selain itu, semua fasilitas penampungan sampah rumah tangga dan saluran pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat.Hal ini membutuhkan dukungan pemerintah dan dinas terkait untuk mengoptimalisasi ketersediaan fasilitas sanitasi di rumah tangga.

Untuk menanggulangi masalah stunting yang berhubungan dengan sanitasi, ada beberapa penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, diperlukan penelitian untuk menilai dampak implementasi program sanitasi yang lebih kuat di Desa Nekbaun, seperti membangun fasilitas jamban yang memenuhi standar, menyediakan akses air bersih, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Kedua, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efek penggunaan sabun dan praktek cuci tangan yang benar dalam mengurangi risiko stunting pada balita. Ketiga, diperlukan penelitian mendalam untuk mempelajari hubungan antara kebiasaan penyimpanan air minum dan makanan dengan perkembangan balita, serta bagaimana pemisahan sampah dan pembuangan air limbah yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan prevalensi stunting.

  1. Sanitasi rumah dan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala | Christine | AcTion:... ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/an/article/view/536Sanitasi rumah dan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala Christine AcTion ejournal poltekkesaceh ac index php an article view 536
  2. Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita | Jurnal Penelitian dan Pengembangan... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/article/view/47243Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita Jurnal Penelitian dan Pengembangan journal unnes ac sju index php jppkmi article view 47243
  3. Hubungan Kualitas Air Konsumsi, Higiene, dan Sanitasi Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting (Studi Case... ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/49096Hubungan Kualitas Air Konsumsi Higiene dan Sanitasi Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting Studi Case ejournal undip ac index php jkli article view 49096
  4. Fakta-Fakta Penerapan Penilaian Otentik di Taman Kanak-Kanak Negeri 2 Padang | Jurnal Obsesi : Jurnal... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521Fakta Fakta Penerapan Penilaian Otentik di Taman Kanak Kanak Negeri 2 Padang Jurnal Obsesi Jurnal doi 10 31004 obsesi v5i2 521
Read online
File size281.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test