UNIMALUNIMAL

J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia)J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia)

This research examines the influence of organizational commitment and employee engagement on employee performance, with job satisfaction as an intervening variable. The research sample consists of 124 employees of the Lhokseumawe Mayors Office. The analytical tool used is Structural Equation Modeling (SEM) employing the AMOS (Analysis of Moment Structure) Version 24 software. The research findings indicate that organizational commitment does not directly affect satisfaction but significantly affects job satisfaction and employee performance. Furthermore, job satisfaction influences employee performance. While job satisfaction does not mediate the influence of organizational commitment on employee performance, it has a mediating role in the relationship between employee engagement and employee performance. These findings are expected to provide a basis for formulating organizational policies related to employee management to enhance service performance in government organizations, particularly within the Lhokseumawe Mayors Office.

The research concludes that organizational commitment does not significantly impact job satisfaction, while employee engagement positively and significantly affects it.Both organizational commitment and employee engagement demonstrate a significant positive influence on employee performance, and job satisfaction also positively and significantly affects employee performance.Job satisfaction does not mediate the relationship between organizational commitment and employee performance, but it partially mediates the effect of employee engagement on employee performance.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan komitmen organisasi, seperti kepemimpinan transformasional dan program pengembangan karier yang lebih terstruktur. Selain itu, studi di masa depan dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik individu, seperti kepribadian dan motivasi, memoderasi hubungan antara keterlibatan karyawan dan kinerja, sehingga organisasi dapat menyesuaikan strategi keterlibatan mereka untuk kelompok karyawan yang berbeda. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan kepuasan kerja di kalangan pegawai pemerintah, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keseimbangan kehidupan kerja, pengakuan atas kinerja, dan kesempatan untuk pengembangan profesional, karena kepuasan kerja terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai dan memperkuat hubungan antara keterlibatan karyawan dan hasil organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika motivasi dan kinerja di sektor publik, serta membantu organisasi pemerintah merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif.

Read online
File size434.21 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test