LAMINTANGLAMINTANG

International Journal of Artificial IntelligenceInternational Journal of Artificial Intelligence

Di Asia Tenggara, integrasi Computer-Aided Design (CAD) ke dalam pengembangan robotik menjadi semakin penting untuk memenuhi tuntutan meningkat akan otomasi cepat yang spesifik tugas. CAD memainkan peran sentral dalam meningkatkan cara sistem robotik dirancang, disimulasikan, dan diprototipe—memungkinkan presisi desain yang lebih baik, waktu pengembangan yang lebih singkat, dan inovasi yang dipercepat. Makalah ini menyelidiki tren terkini aplikasi CAD untuk robotik dan menyoroti peluang utama, termasuk pendekatan desain kolaboratif, kemampuan prototipe cepat, serta konvergensi alat rekayasa digital. Selanjutnya, studi ini membahas pertimbangan teknis kritis seperti interoperabilitas perangkat lunak, simulasi waktu nyata dalam kompetensi terkait CAD. Dengan mengacu pada penelitian akademik dan praktik industri di negara‑negara Asia Tenggara, temuan mengungkap kebutuhan mendesak untuk integrasi yang lebih erat antara platform CAD, lingkungan simulasi robotik, dan sistem kontrol. Analisis mengidentifikasi sejumlah tantangan regional, antara lain akses terbatas ke alat CAD canggih, adopsi yang tidak konsisten dalam kurikulum pendidikan, serta disparitas infrastruktur pelatihan teknis. Makalah ini mengakhiri dengan rekomendasi strategis untuk mendukung pertumbuhan robotik berbasis CAD di wilayah tersebut: menjembatani kesenjangan keterampilan digital, meningkatkan akses teknologi desain, mempromosikan kolaborasi lintas institusi, serta mendorong penelitian terarah untuk menyesuaikan alat CAD dengan kebutuhan industri lokal. Upaya ini penting agar Asia Tenggara dapat memanfaatkan potensi transformatif CAD dalam mengembangkan solusi robotik yang gesit, terjangkau, dan spesifik aplikasi.

Penelitian ini menegaskan bahwa fungsi CAD dalam pendidikan dan sektor robotik di Asia Tenggara telah berkembang pesat antara 2020–2025, dengan platform CAD berbasis open‑source dan cloud memperluas akses bagi institusi dengan sumber daya terbatas serta integrasi dengan platform simulasi seperti ROS dan kolaborasi industri‑pendidikan mempercepat inovasi dan pembentukan tenaga kerja terampil.Namun, masih terdapat kendala signifikan berupa perbedaan ketersediaan perangkat lunak, akses internet, keahlian pengajar, serta tidak adanya kurikulum nasional yang seragam, yang memerlukan kebijakan terfokus, inisiatif peningkatan kapasitas, dan investasi infrastruktur digital.Penelitian selanjutnya sebaiknya menilai dampak jangka panjang program berbasis CAD terhadap employabilitas lulusan, membandingkan hasil belajar antara CAD komersial dan open‑source, serta menguji penerapan alat CAD berbantuan AI untuk mempermudah desain robot bagi pemula, terutama di daerah kurang terlayani.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris bagaimana program pendidikan yang mengintegrasikan CAD memengaruhi tingkat employabilitas lulusan di berbagai negara ASEAN, dengan mengumpulkan data longitudinal tentang penempatan kerja dan kontribusi inovasi mereka. Analisis tersebut juga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kritis seperti ketersediaan infrastruktur TI, kualitas pelatihan pengajar, dan dukungan kebijakan yang mempengaruhi efektivitas integrasi CAD. Selanjutnya, studi perbandingan antara penggunaan platform CAD komersial dan open‑source dalam konteks pembelajaran robotik perlu dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan kualitas hasil desain, biaya, serta kesiapan industri, sehingga dapat memberikan pedoman kebijakan bagi institusi pendidikan. Selain itu, penelitian harus mempertimbangkan variasi tingkatan kurikulum di tingkat SMK dan perguruan tinggi, serta mengukur dampak biaya lisensi versus manfaat kompetensi industri. Akhirnya, penelitian yang mengeksplorasi penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam membantu pengguna pemula mengoperasikan CAD, misalnya melalui antarmuka berbasis teks‑to‑CAD atau asisten virtual, harus difokuskan pada peningkatan aksesibilitas di wilayah pedesaan dan institusi dengan sumber daya terbatas, sehingga mempercepat adopsi desain robotik yang inklusif. Pendekatan evaluatif dapat mencakup uji coba prototipe robotik yang dirancang dengan bantuan AI, mengamati waktu penyelesaian tugas, kesalahan desain, dan kepuasan pengguna.

  1. CAD for Robotics: Trends, Opportunities, Considerations, and Constraints | International Journal of Artificial... doi.org/10.36079/lamintang.ijai-01201.849CAD for Robotics Trends Opportunities Considerations and Constraints International Journal of Artificial doi 10 36079 lamintang ijai 01201 849
Read online
File size778.69 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test