UNISLAUNISLA

AkademikaAkademika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kurikulum Kebebasan Belajar (Merdeka Belajar) di Indonesia dari perspektif pemikiran Paulo Freire. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) sebagai bagian dari pendekatan kualitatif, dengan menelaah dokumen yang meliputi artikel, buku, dan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan antara tahun 2019 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Kebebasan Belajar telah mengadopsi beberapa ide Freire, khususnya nilai kebebasan yang memungkinkan siswa mencari sumber belajar secara mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensinya, serta pentingnya dialog antara siswa dan guru sebagai alternatif terhadap pendidikan bank yang bersifat pasif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Indonesia serta mengevaluasi efektivitas kurikulum Kebebasan Belajar.

Kebijakan Kebebasan Belajar yang diluncurkan pada akhir 2019 memberikan ruang kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.Kurikulum ini selaras dengan pemikiran Paulo Freire, menolak model pendidikan bank dan menekankan dialog serta pemecahan masalah untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan siswa secara mandiri.Dengan implementasi dialog antara guru dan siswa, diharapkan kritisisme siswa meningkat serta kualitas pendidikan Indonesia dapat terangkat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan dialogis Freire pada kurikulum Merdeka, dengan mengukur faktor-faktor motivasi, kompetensi pedagogik, dan dukungan institusional yang mempengaruhi implementasinya. Sebuah studi komparatif dapat membandingkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kebebasan memilih sumber belajar versus model tradisional berbasis ujian, untuk menilai dampaknya terhadap perkembangan kompetensi kritis dan kreativitas siswa. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak kebijakan penilaian fleksibel terhadap kesetaraan akses sumber belajar di daerah terpinggirkan, serta mengidentifikasi hambatan struktural yang masih menguatkan pola pendidikan bank. Penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan siswa dan guru dapat mengungkap persepsi mereka terhadap kebebasan belajar dan bagaimana hal tersebut memengaruhi motivasi belajar serta identitas profesional. Akhirnya, pengembangan model intervensi berbasis teknologi informasi dapat diuji untuk memperkuat dialog antara guru dan siswa, serta memperluas jaringan kolaboratif antar sekolah dalam konteks kurikulum Merdeka.

  1. Problems in the Implementation of Independent Curriculum (IC) A Case Study at SMAN 1 Masbagik in Academic... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/1471Problems in the Implementation of Independent Curriculum IC A Case Study at SMAN 1 Masbagik in Academic jipp unram ac index php jipp article view 1471
  2. KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF SEKOLAHNYA MANUSIA DARI MUNIF CHATIB | Jurnal Review Pendidikan... doi.org/10.31004/jrpp.v3i2.1324KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF SEKOLAHNYA MANUSIA DARI MUNIF CHATIB Jurnal Review Pendidikan doi 10 31004 jrpp v3i2 1324
  3. High-Level Comprehension Skill by using Competencies PISA in Indonesia's Education System | Atlantis... doi.org/10.2991/aisteel-19.2019.169High Level Comprehension Skill by using Competencies PISA in Indonesias Education System Atlantis doi 10 2991 aisteel 19 2019 169
  4. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan. al ishlah jurnal pendidikan starting august officially migrated journal... doi.org/10.35445/alishlah.v15i4.3369Al Ishlah Jurnal Pendidikan al ishlah jurnal pendidikan starting august officially migrated journal doi 10 35445 alishlah v15i4 3369
Read online
File size337.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test