JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Balita merupakan kelompok usia rentan terhadap gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya nafsu makan. Pijat Tuina, sebagai metode terapi komplementer dari pengobatan tradisional Tiongkok, diketahui mampu merangsang titik-titik meridian tubuh yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan metabolisme. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak pijat tuina pada peningkatan nafsu makan serta berat badan pada balita berdasarkan temuan studi terdahulu. Artikel ini merupakan tinjauan literatur dengan pendekatan naratif, menelaah 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024. Literatur yang dikaji mencakup subjek balita usia 1–5 tahun dengan nafsu makan rendah. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa pijat tuina berdampak signifikan pada peningkatan nafsu makan serta berat badan balita. Teknik yang digunakan mencakup tekanan, gesekan, dan stimulasi titik-titik tertentu di perut, punggung, kaki, dan tangan. Intervensi dengan durasi minimal 6 hari dan frekuensi 3 kali per minggu menunjukkan hasil paling konsisten. Selain peningkatan nafsu makan, beberapa studi juga mencatat peningkatan kualitas tidur dan status gizi balita. Pijat tuina terbukti memiliki pengaruh positif terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Teknik ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang aman dan mudah diterapkan dalam layanan kesehatan anak. Penelitian lebih lanjut dengan desain acak terkontrol dan protokol intervensi yang terstandar diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah.

Berdasarkan tinjauan literatur, pijat tuina terbukti memberikan pengaruh positif terhadap nafsu makan dan berat badan pada balita.Teknik ini dapat menjadi terapi tambahan yang aman dan mudah diterapkan dalam layanan kesehatan anak.Oleh karena itu, pijat tuina dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengatasi masalah nafsu makan dan berat badan pada balita.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan desain studi yang lebih kuat, seperti randomized controlled trials (RCT), untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat tuina. Kedua, penelitian perlu mengeksplorasi lebih dalam mekanisme biologis yang mendasari efek positif pijat tuina terhadap nafsu makan dan berat badan, misalnya dengan mengukur kadar hormon yang berperan dalam regulasi nafsu makan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi protokol intervensi pijat tuina yang paling optimal, termasuk frekuensi, durasi, dan teknik pijat yang paling efektif untuk berbagai kelompok usia balita dan kondisi gizi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan praktik klinis dan kebijakan kesehatan terkait dengan peningkatan status gizi balita.

  1. Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump... journal2.unusa.ac.id/index.php/JHS/article/view/204Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump journal2 unusa ac index php JHS article view 204
  2. PENGARUH ACUPRESSURE TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA USIA 13-36 BULAN | PRIMA WIYATA HEALTH. pengaruh... doi.org/10.60050/pwh.v4i1.42PENGARUH ACUPRESSURE TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA USIA 13 36 BULAN PRIMA WIYATA HEALTH pengaruh doi 10 60050 pwh v4i1 42
Read online
File size350.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test