JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Pengetahuan atau kognisi merupakan domain yang sangat penting bagi terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan dan tindakan merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut individu atau masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 27 penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Rukoh Kota Banda Aceh diperoleh OHI-S dengan kategori buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan penderita Diabetes Melitus tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di Kelurahan Rukoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada penderita Diabetes Melitus dengan jumlah populasi 122 penderita Diabetes Melitus dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh 27 sampel. Hasil penelitian terhadap 27 orang penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Rukoh Kota Banda Aceh menunjukkan hasil responden terbanyak pada tingkat pengetahuan tentang menjaga kebersihan gigi dan mulut sebanyak 19 orang (70,3%) dengan kriteria kurang. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan penderita Diabetes Melitus tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di Kelurahan Rukoh Kota Banda Aceh berada pada kategori kurang, untuk itu disarankan kepada penderita Diabetes Melitus agar dapat meningkatkan pengetahuannya dalam hal menjaga kebersihan gigi dan mulut guna meningkatkan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

Pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di Desa Rukoh Kota Banda Aceh berada pada kategori kurang.Sebanyak 19 responden (70,3%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai waktu menyikat gigi yang benar dan pentingnya pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan sekali.Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi kepada penderita diabetes mellitus mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas metode edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis komunitas terhadap peningkatan pengetahuan penderita diabetes mellitus di wilayah pedesaan. Kedua, penting untuk mengevaluasi pengaruh pendekatan interpersonal seperti pendampingan oleh tenaga kesehatan terhadap kebiasaan menyikat gigi dan kunjungan ke dokter gigi secara rutin pada penderita diabetes. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana integrasi materi edukasi kesehatan gigi dan mulut ke dalam program manajemen diabetes di puskesmas dapat memengaruhi kontrol glikemik dan status kesehatan mulut secara bersamaan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang intervensi yang lebih holistik dan berkelanjutan bagi penderita diabetes. Dengan memahami metode edukasi yang paling efektif, sistem pendukung yang paling berpengaruh, dan manfaat kesehatan menyeluruh dari perawatan mulut, maka layanan kesehatan primer dapat ditingkatkan. Fokus pada aspek perilaku dan sistem pendukung akan melengkapi temuan studi ini yang hanya mengungkap tingkat pengetahuan. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang dari intervensi edukatif. Selain itu, penting untuk melibatkan tokoh masyarakat dan keluarga dalam intervensi agar lebih berkelanjutan. Temuan dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa sumber informasi kesehatan gigi masih terbatas pada media non-profesional, sehingga penelitian baru harus menguji strategi penguatan peran dokter gigi dan tenaga kesehatan mulut sebagai sumber informasi utama. Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku yang nyata dan berkelanjutan dalam perawatan kesehatan gigi di kalangan penderita diabetes.

Read online
File size284.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test