LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE

Indonesian Journal of Community ServicesIndonesian Journal of Community Services

Munculnya kecerdasan buatan (AI) dan dampaknya yang semakin luas pada banyak sektor menuntut penilaian terhadap kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. AI telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi sumber daya yang dialokasikan maupun output yang dihasilkan. AI semakin merombak praktik bisnis dengan menjalankan beragam tugas, menjadi sumber inovasi utama sekaligus mengancam lapangan kerja manusia. Artikel ini meninjau penelitian terkini yang menunjukkan potensi AI dan robotika untuk meningkatkan produktivitas serta pertumbuhan agritourisme, meskipun dapat menimbulkan efek campuran pada tenaga kerja, terutama dalam jangka pendek. Dengan pendekatan positivisme, penelitian ini mengkaji wawasan, sikap, dan keterlibatan peserta terhadap teknologi pemasaran berbasis AI dalam agritourisme, serta menilai pengaruh sosial‑kultural, ekonomi, dan lingkungan dari pemasaran digital dan media sosial pada destinasi agritourisme di Afrika. Penelitian juga mengidentifikasi praktik utama, tantangan, dan peluang pemanfaatan AI untuk mendorong pengembangan agritourisme berkelanjutan, serta menelaah kebijakan AI yang dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut sekaligus mengurangi dampak negatif pasar tenaga kerja. Hasil menunjukkan faktor organisasi, faktor sosial‑kultural positif, faktor ekonomi, dan faktor lingkungan berperan penting dalam adopsi AI oleh industri agritourisme. Berdasarkan temuan, disarankan agar penerapan AI yang cepat didukung oleh regulasi yang tepat untuk memastikan pengembangan agritourisme yang berkelanjutan, serta menghindari kekurangan dalam transparansi, keamanan, dan standar etika. Temuan ini juga memberikan rekomendasi untuk penelitian lanjutan dan diskusi kebijakan serta praktik bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi.

Penelitian ini mengidentifikasi implikasi teoretis, praktis, dan penelitian masa depan, menyoroti tantangan seperti kesenjangan digital, akses data, privasi, serta sensitivitas budaya dalam penerapan AI pada agritourisme Afrika.Meskipun AI dapat meningkatkan pemasaran dan efisiensi agritourisme, keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas, pendidikan, dan kerangka regulasi yang menjamin distribusi manfaat secara adil dan etis.Integrasi AI yang efektif menuntut investasi pada pengembangan keterampilan, infrastruktur, serta kebijakan yang menyeimbangkan manfaat ekonomi dengan dampak lingkungan dan sosial.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi AI berbasis pertanian presisi dapat diintegrasikan dengan agritourisme untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan di daerah pedesaan Afrika, sehingga menguji sinergi antara produksi dan pariwisata. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki model tata kelola dan kerangka regulasi yang paling efektif dalam menjamin penerapan AI yang etis, adil, dan berkelanjutan secara lingkungan pada usaha agritourisme, dengan fokus pada kebijakan yang melindungi data, privasi, dan keamanan. Selain itu, penelitian dapat meneliti bagaimana persepsi budaya serta tingkat literasi digital masyarakat petani memengaruhi penerimaan dan dampak strategi pemasaran digital berbasis AI dalam agritourisme, untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosio‑kultural yang memperkuat atau menghambat adopsi teknologi tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan komunitas lokal dalam mengoptimalkan manfaat AI tanpa menimbulkan ketimpangan sosial atau kerusakan lingkungan.

  1. Artificial Intelligence and Agritourism Development: Mixed Feelings on Digital and Social Media Marketing... ojs.literacyinstitute.org/index.php/ijcs/article/view/1507Artificial Intelligence and Agritourism Development Mixed Feelings on Digital and Social Media Marketing ojs literacyinstitute index php ijcs article view 1507
Read online
File size718.42 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test