UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU
Madania: Jurnal Kajian KeislamanMadania: Jurnal Kajian KeislamanRadikalisme merupakan isu sentral dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA) Nahdlatul Ulama. Menangkal radikalisme dapat dimulai dari keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam mempersiapkan generasi Islam masa depan yang moderat dan toleran. Pendidikan nilai-nilai Aswaja an-Nahdiyah dalam keluarga terinternalisasi melalui aktivitas ritual keagamaan, pembiasaan nilai, dan keteladanan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan implementasi nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah dalam lingkungan keluarga sebagai strategi pencegahan terhadap paham radikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis yang menggambarkan keadaan secara deskriptif berdasarkan pengalaman hidup partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah dalam keluarga mencakup: (1) pendidikan tauhid, (2) penguatan nilai-nilai ibadah, (3) pembentukan akhlak, (4) kecintaan pada ilmu pengetahuan, (5) penanaman nilai ukhuwah, (6) penghormatan terhadap tradisi dan kearifan lokal, (7) keteguhan dan keseimbangan, serta (8) sikap empati dan kasih sayang. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan keluarga yang berbasis nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah memiliki kontribusi signifikan dalam mencegah tumbuhnya paham radikalisme sejak dini.
Radikalisme merupakan ancaman serius terhadap keberagaman, persatuan, dan kedamaian nasional.Dari perspektif Aswaja an-Nahdliyah, radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam yang moderat dan toleran.Implementasi nilai-nilai Aswaja dalam keluarga, termasuk tauhid, ibadah, akhlak, ukhuwah, dan empati, mampu mencegah munculnya radikalisme sejak dini.Keluarga sebagai lembaga pendidikan utama bertanggung jawab mengajarkan penghargaan terhadap keberagaman sebagai sumber kekayaan, bukan ancaman.
Penelitian lanjutan dapat menggali pengaruh media digital terhadap internalisasi nilai Aswaja di kalangan generasi muda. Studi perbandingan antar negara untuk mengamati efektivitas model pendidikan keluarga ASWAJA dalam mencegah radikalisme juga menawarkan perspektif baru. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ukhuwah dan kahadiran budaya lokal dapat diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga pendidikan formal dan non-formal.
| File size | 314.7 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINIAIN Hal ini didasarkan pada sejumlah ayat Al-Quran yang secara eksplisit memerintahkan manusia untuk mencari ilmu, berpikir, dan merenungkan ciptaan Allah.Hal ini didasarkan pada sejumlah ayat Al-Quran yang secara eksplisit memerintahkan manusia untuk mencari ilmu, berpikir, dan merenungkan ciptaan Allah.
STAIMA ALHIKAMSTAIMA ALHIKAM Dengan memahami tahapan perkembangan tersebut, pendidikan dan pembelajaran secara karakter dan kemandirian akan terbentuk dengan baik. Melalui penerapanDengan memahami tahapan perkembangan tersebut, pendidikan dan pembelajaran secara karakter dan kemandirian akan terbentuk dengan baik. Melalui penerapan
UNIBOUNIBO Dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, konsep utama nilai masyarakat Situbondo mencerminkan prinsip kerelawanan, yang berarti keikhlasan dan rasaDalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, konsep utama nilai masyarakat Situbondo mencerminkan prinsip kerelawanan, yang berarti keikhlasan dan rasa
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Dimensi dan ruang lingkup pendidikan saat ini hanya dipahami sebatas sekolah formal klasikal semata. Padahal sejatinya, ia merupakan sistem tatanan yangDimensi dan ruang lingkup pendidikan saat ini hanya dipahami sebatas sekolah formal klasikal semata. Padahal sejatinya, ia merupakan sistem tatanan yang
YMPNYMPN Batasan sumber daya, terutama di daerah pedesaan dan kurang didanai, seringkali memaksa sekolah untuk memprioritaskan bahasa global yang dominan, sehinggaBatasan sumber daya, terutama di daerah pedesaan dan kurang didanai, seringkali memaksa sekolah untuk memprioritaskan bahasa global yang dominan, sehingga
SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI Pembinaan pendidikan keluarga yang berbasis hak dan kewajiban dalam Islam sangat penting untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yangPembinaan pendidikan keluarga yang berbasis hak dan kewajiban dalam Islam sangat penting untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yang
GMPIONLINEGMPIONLINE Misalnya, penari laki‑laki dianggap tidak maskulin karena pandangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana penari laki‑laki mempertahankanMisalnya, penari laki‑laki dianggap tidak maskulin karena pandangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana penari laki‑laki mempertahankan
JURNALDIDAKTIKAJURNALDIDAKTIKA Peningkatan kualitas pendidikan pada dasarnya merupakan kewajiban semua orang yang terlibat dalam sektor pendidikan. Pemerintah telah melakukan upaya agarPeningkatan kualitas pendidikan pada dasarnya merupakan kewajiban semua orang yang terlibat dalam sektor pendidikan. Pemerintah telah melakukan upaya agar
Useful /
STITALSTITAL Sosialisasi dan promosi dengan memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SMAS Bodhi Dharma di Kota Batam. Peserta adalah siswa-siswa dari kelas sepuluh (X),Sosialisasi dan promosi dengan memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SMAS Bodhi Dharma di Kota Batam. Peserta adalah siswa-siswa dari kelas sepuluh (X),
STITALSTITAL Permasalahan yang ditemukan di lapangan adalah organisasi Karang Taruna telah terbentuk namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya bersifat formalitas,Permasalahan yang ditemukan di lapangan adalah organisasi Karang Taruna telah terbentuk namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya bersifat formalitas,
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Hasil menunjukkan: (1) 81,35% siswa mengikuti muhadarah karena dorongan internal; (2) Faktor dominan adalah keinginan sendiri (52,54%) dan faktor eksternalHasil menunjukkan: (1) 81,35% siswa mengikuti muhadarah karena dorongan internal; (2) Faktor dominan adalah keinginan sendiri (52,54%) dan faktor eksternal
STEBIS IGMSTEBIS IGM Tujuh faktor utama, mulai dari kepercayaan, kualitas layanan, variasi produk, akses yang mudah, promosi kreatif, religiusitas, teknologi digital, hinggaTujuh faktor utama, mulai dari kepercayaan, kualitas layanan, variasi produk, akses yang mudah, promosi kreatif, religiusitas, teknologi digital, hingga