UnmulUnmul

BPEJBPEJ

Kemampuan berlari, sebagai komponen utama keterampilan lokomotor dalam FMS, memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui sejauh mana tingkat profisiensi atau kemampuan berlari siswa sekolah dasar di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang berfokus pada profil kompetensi berlari siswa. Sampel penelitian melibatkan 178 siswa sekolah dasar (usia 7–12 tahun) yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Padang. Instrumen yang digunakan adalah tes berlari berbasis level yang terstandardisasi dan sesuai untuk kelompok usia 7–12 tahun. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan rumus persentase untuk mengelompokkan dan melaporkan distribusi tingkat kemampuan. Hasil penelitian menunjukkan distribusi profisiensi berlari yang bervariasi. Sebanyak 84 siswa (47,19%) telah mencapai level profisiensi maksimal (Level 4). Sementara itu, 56 siswa (31,46%) berada pada Level 3, 27 siswa (15,17%) pada Level 2, dan 11 siswa (6,18%) baru mencapai Level 1. Meskipun hampir separuh siswa menunjukkan profisiensi berlari maksimal, persentase yang signifikan (52,81%) belum mencapai penguasaan tertinggi. Temuan ini menyajikan profil dasar FMS lokomotor dan menggarisbawahi perlunya intervensi pada mata pelajaran PJOK yang lebih terfokus guna memastikan semua anak mencapai kompetensi gerak dasar yang memadai untuk aktivitas fisik seumur hidup.

Penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan berlari siswa SD di Kota Padang berada pada level 3, dengan 47,19% siswa mencapai level 4.Keterbatasan penelitian meliputi sampel kecil dan kondisi cuaca yang tidak menentu.Disarankan pengembangan program intervensi terstruktur dalam kurikulum PJOK untuk meningkatkan siswa ke level 4 dan mempertahankan yang sudah mencapai level maksimal.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas program intervensi PJOK terstruktur dalam meningkatkan level kemampuan berlari siswa sekolah dasar, dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan desain longitudinal untuk mengamati perubahan selama beberapa tahun; selain itu, penting untuk mengeksplorasi pengaruh faktor lingkungan seperti kondisi cuaca dan fasilitas sekolah terhadap perkembangan kemampuan berlari melalui pendekatan metode campuran yang menggabungkan analisis kuantitatif dan wawancara mendalam dengan guru serta siswa; selanjutnya, penelitian dapat meneliti hubungan antara tingkat kemahiran berlari pada masa SD dengan partisipasi dan prestasi dalam olahraga spesifik pada jenjang pendidikan menengah, sehingga memberikan gambaran tentang dampak jangka panjang kemampuan lokomotor terhadap perkembangan atletik dan kesehatan anak.

Read online
File size387.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test