UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Iman Kristen menawarkan sebuah paradoks, seperti konsep providensia dan penderitaan manusia. Providensia adalah keyakinan akan pemeliharaan Tuhan sebagai kepastian iman. Namun, manusia dapat menantang pemeliharaan Tuhan karena mereka menderita bahkan mati. Keadaan ini menempatkan manusia pada dilema. Artikel ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada wacana akademis dan iman Kristen untuk memahami penderitaan manusia (kematian) dan karya Tuhan dalam penderitaan manusia. Melalui kajian literatur dan tradisi teologis, ditemukan bahwa pembahasan mengenai providensia tidak dapat dipisahkan dari peran atau karya Tuhan dalam sejarah dunia. Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi seluruh ciptaan-Nya. Pemeliharaan dan pengalaman penderitaan tampak paradoks. Pada saat yang sama kita memahami bahwa Tuhan peduli pada kita tetapi pada saat yang sama kita tidak dapat menyangkal masalah‑eksistensial, seperti kematian. Kematian dan penderitaan merupakan realita kehidupan yang terjadi dalam pemeliharaan Tuhan terhadap ciptaan-Nya.

Pembahasan providensia tidak dapat dipisahkan dari peran Allah dalam sejarah dunia, di mana Allah bekerja mendatangkan kebaikan bagi seluruh ciptaan-Nya serta memelihara dan mengendalikan dunia.Meskipun providensia dan pengalaman penderitaan tampak paradoks, Allah tetap memelihara manusia meski tidak dapat menghilangkan penderitaan dan kematian.Kematian sebagai realitas tidak membatalkan karya pemeliharaan Allah, sebagaimana ditegaskan dalam Kejadian 1.31 bahwa semua yang diciptakan adalah sangat baik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana pastor-pastor gereja mengintegrasikan konsep providensia Allah dalam konseling kematian, dengan meneliti strategi pastoral yang efektif dalam membantu jemaat menghadapi duka. Selanjutnya, studi komparatif antara pandangan providensia dalam tradisi Kristen dan agama-agama lain di Indonesia dapat memperkaya pemahaman interfaith tentang hubungan antara penderitaan, kematian, dan keyakinan akan pemeliharaan ilahi. Akhirnya, penelitian kualitatif mengenai dampak pengalaman penderitaan terhadap pembentukan iman individu dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan kepercayaan pada providensia, memberikan wawasan bagi pengembangan program pembinaan spiritual yang responsif terhadap realitas penderitaan.

  1. Paradoks: Providensia Allah dengan Penderitaan dan Kematian Manusia | ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi... ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae/article/view/1091Paradoks Providensia Allah dengan Penderitaan dan Kematian Manusia ARUMBAE Jurnal Ilmiah Teologi ojs ukim ac index php arumbae article view 1091
Read online
File size390.22 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test