UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan beberapa dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, terhadap Yesus. Dalam konteks Maluku, perjumpaan antara Kristen dan Islam menunjukkan adanya relasi yang dinamis, yang termanifestasi tidak hanya dalam bentuk kerukunan dan perdamaian melainkan juga ketegangan, dan konflik. Dalam kenyataan, Maluku pernah menghadapi konflik antar umat Islam dan Kristen pada tahun 1999-2004. Pengalaman konflik menyisahkan trauma dan residu kebencian yang berdampak pada banyaknya hujatan, ejekan, dan ujaran kebencian terhadap tokoh sentra masing-masing agama seperti Yesus dan Muhammad. Penelitian yang dilakukan melalui wawancara mendalam beberapa dosen IAIN Ambon, menunjukkan bahwa meski terdapat perbedaan substansial dari pandangan teologi Kristen, pandangan Islam terhadap Yesus sangat positif, bahkan dapat menjadi titik-temu dialog Islam-Kristen di Maluku. Artikel menghasilkan temuan mengenai tiga pandangan positif dan konstruktif terhadap Yesus sebagai Ulil Azmi, teladan cinta kasih dan kemanusiaan, dan seorang nabi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan substansial dalam pandangan dosen IAIN Ambon tentang Yesus dibandingkan dengan ajaran Kristen, tidak ada sedikit pun penghinaan, pencemaran nama baik, atau meremehkan terhadap Yesus.Melalui presentasi yang jujur dan terbuka dengan menjadikan Al-Quran sebagai dasar utama, pandangan Islam tentang Yesus positif dan menghormati Yesus.Yesus ditempatkan dan dihargai sebagai seorang nabi dan rasul yang secara utama dihormati tetapi tidak lebih tinggi dari Tuhan dalam posisinya.Hal ini menunjukkan bahwa melalui analisis mendalam, kita dapat menemukan titik temu yang dapat menyatukan dan bahkan mendekatkan dua agama dalam penerimaan dan pemahaman saling menghargai.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pandangan Islam tentang Yesus memengaruhi dinamika dialog antaragama di wilayah lain di Indonesia, terutama yang memiliki sejarah konflik serupa. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi peran kearifan lokal Maluku dalam memperkuat perdamaian antaragama, dengan fokus pada praktik-praktik tradisional seperti pela dan gandong. Ketiga, studi dapat dilakukan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap persepsi masyarakat terhadap tokoh agama, termasuk Yesus, dengan mempertimbangkan bagaimana informasi yang disebarkan dapat memperkuat atau menghancurkan harmoni antaragama. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk memperkuat kerjasama antaragama dan mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai bersama yang dapat menjadi dasar bagi perdamaian.

  1. Sesama Beda Agama (Islam-Kristen) Sebelum dan Sesudah Konflik Sosial di Kota Masohi | ARUMBAE: Jurnal... ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae/article/view/491Sesama Beda Agama Islam Kristen Sebelum dan Sesudah Konflik Sosial di Kota Masohi ARUMBAE Jurnal ojs ukim ac index php arumbae article view 491
  2. Identitas Multikultural Salam-Sarani di Maluku sebagai Model Memelihara Integrasi Bangsa | ARUMBAE: Jurnal... doi.org/10.37429/arumbae.v2i1.413Identitas Multikultural Salam Sarani di Maluku sebagai Model Memelihara Integrasi Bangsa ARUMBAE Jurnal doi 10 37429 arumbae v2i1 413
Read online
File size437.78 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test