PBNSURABAYAPBNSURABAYA

Jurnal Penelitian MultidisiplinJurnal Penelitian Multidisiplin

Hipertensi merupakan suatu gejala peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan stroke dan komplikasi lainnya. Hipertensi dapat disebut sebagai silent killer karena seringkali tidak menunjukkan gejala. Ada 2 pengobatan yang dapat dilakukan yakni farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektifitas rendam kaki air hangat dan air jahe hangat terhadap hipertensi pada lansia. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan menggunakan pendekatan Pre Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 21 responden dengan hipertensi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan Standar Operational Prosedur (SOP) rendam kaki air hangat, air jahe hangat, spigmamometer, stetoskop, lembar observasi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test rendam kaki air hangat p value = 0,008 < 0,05 artinya ada pengaruh rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test rendam kaki air hangat p value = 0,002< 0,05 artinya ada pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Hasil uji mann whitney p value= 0,203 artinya tidak ada perbedaan penurunan tekanan darah diantara kelompok rendam kaki air hangat dan air jahe. Mean rank rendam kaki air hangat 8,95 lebih kecil dari pada mean rank kelompok rendam kaki air jahe hangat 12,05. Dapat disimpulkan bahwa rendam kaki air jahe hangat lebih efektif daripada rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah.

Terdapat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah rendam kaki air hangat pada pasien hipertensi.Terdapat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah rendam kaki air jahe hangat pasien hipertensi.Rendam kaki air jahe hangat lebih efektif dari rendam kaki air hangat pada pasien hipertensi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi suhu optimal dan durasi rendam kaki (misalnya 38‑42°C selama 5‑15 menit) untuk menentukan kombinasi yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Selain itu, studi dapat menguji pengaruh kombinasi rendam kaki air jahe hangat dengan intervensi diet rendah natrium untuk menilai sinergi antara terapi hidrotermal dan modifikasi pola makan terhadap kontrol hipertensi. Selanjutnya, diperlukan uji coba terkontrol secara randomisasi dengan sampel lebih besar dan multi‑pusat selama minimal enam bulan untuk menilai keberlanjutan efek, faktor keamanan, serta mekanisme fisiologis yang mendasari perbedaan efektivitas antara rendam kaki air hangat dan air jahe hangat.

Read online
File size378.13 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test