YSCSYSCS

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) berat dapat menyebabkan perdarahan spontan, kebocoran plasma, hingga syok akibat penurunan tekanan darah yang signifikan (dengue shock syndrome), yang berpotensi mengancam nyawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kebersihan lingkungan terhadap pencegahan DBD pada masyarakat di Kelurahan Paal 4 Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pre-Post Test Design yang dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Kelurahan Paal 4 Kota Manado. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang tidak menderita atau belum terkena penyakit DBD yang berusia di atas 25 tahun, dengan jumlah sampel 30 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Uji statistik yang digunakan adalah t paired dengan tingkat signifikansi 95% (α < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar masyarakat (56,7%) memiliki perilaku pencegahan DBD yang baik, dengan rata-rata skor 15,57 dan standar deviasi 2,555. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar masyarakat (80,0%) menunjukkan perilaku pencegahan DBD yang baik. Hasil uji t paired menunjukkan nilai p sebesar 0,000, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang kebersihan lingkungan terhadap pencegahan DBD pada masyarakat di Kelurahan Paal 4 Kota Manado.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan tentang kebersihan lingkungan dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada masyarakat di Kelurahan Paal 4 Kota Manado.Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan berkontribusi pada perubahan perilaku yang lebih baik dalam mencegah penyebaran DBD.Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan pihak kesehatan menjadi kunci dalam mengendalikan dan menekan angka kasus DBD di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling mempengaruhi efektivitas pendidikan kesehatan dalam mengubah perilaku masyarakat terkait pencegahan DBD, seperti karakteristik demografis, tingkat pendidikan, atau akses terhadap informasi. Kedua, studi intervensi yang lebih komprehensif dapat dirancang dengan melibatkan berbagai strategi pendidikan kesehatan, termasuk penggunaan media sosial, pelatihan kader kesehatan, atau pengembangan aplikasi seluler, untuk meningkatkan jangkauan dan dampak program pencegahan DBD. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman masyarakat terkait DBD dan upaya pencegahannya, serta untuk mengidentifikasi hambatan dan fasilitator dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan komprehensif untuk merumuskan strategi pencegahan DBD yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah endemis DBD.

Read online
File size323.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test