STAINUPASTAINUPA
Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Pendidikan Agama IslamPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan konseptualisasi guru ideal menurut Al-Ghazali dan Zakiah Daradjat, membandingkan persamaan serta perbedaannya, dan merumuskan bentuk ideal guru yang paling sesuai untuk konteks pendidikan Indonesia saat ini. Studi ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan penyajian kualitatif-deskriptif dan menggunakan pendekatan komparatif melalui lensa historis dan filosofis. Sumber data primer meliputi karya Al-Ghazali, terutama Ihya Ulum al-Din, serta karya-karya Zakiah Daradjat seperti Kepribadian Guru dan Ilmu Pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui prosedur induktif, deduktif, komparatif, dan deskriptif sebagaimana kerangka analisis penelitian kualitatif dalam naskah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang guru sebagai figur yang bertanggung jawab menyempurnakan, mensucikan, dan membimbing peserta didik untuk mendekatkan diri kepada Allah; guru diposisikan sebagai ahli ilmu sekaligus teladan moral-spiritual, serta menolak orientasi mengajar demi imbalan material. Sebaliknya, Zakiah Daradjat menekankan guru sebagai pendidik yang memikul sebagian tanggung jawab orang tua, bersikap terbuka dan demokratis, memiliki kualifikasi/ijazah sebagai legitimasi akademik, serta mengarahkan idealitas guru pada kepribadian dan penguasaan materi; penerimaan gaji dipandang sah dalam profesi keguruan. Implikasi bagi Indonesia menuntut model integratif: etika dan keteladanan moral Al-Ghazali perlu dipadukan dengan tuntutan kualifikasi serta kompetensi profesional sebagaimana ditekankan Zakiah Daradjat agar relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.
Pertama (RQ1), guru ideal menurut Al-Ghazali adalah pendidik yang bertugas menyempurnakan, mensucikan, dan membimbing peserta didik agar mendekatkan diri kepada Allah.guru berperan sebagai ahli ilmu sekaligus model pribadi ideal, dengan penekanan kuat pada keikhlasan, kasih sayang, keteladanan, dan sikap kritis terhadap orientasi material dalam mengajar (Al-Ghazali, 1979.Kedua (RQ2), guru ideal menurut Zakiah Daradjat adalah pendidik profesional yang memikul sebagian tanggung jawab orang tua, dituntut memiliki kualitas religius dan sosial serta kualifikasi akademik (ijazah), mencintai profesi, dan memiliki kompetensi serta keterampilan mengajar.guru menjalankan peran yang luas, termasuk bimbingan, administrasi, dan perencanaan kurikulum (Daradjat, 1978, 1996.Ketiga (RQ3), persamaan keduanya terletak pada penekanan kepribadian dan keteladanan guru sebagai faktor kunci pembentukan peserta didik, sedangkan perbedaannya terletak pada titik berat konseptual.Al-Ghazali lebih moral-spiritual (tasawuf) dan keras mengkritik orientasi upah, sementara Zakiah Daradjat lebih profesional-institusional dan menegaskan pentingnya kompetensi serta legitimasi pengupahan sepanjang tidak merusak etos pendidikan (Al-Ghazali, 1979.Keempat (RQ4), berdasarkan simpulan penelitian dan kerangka regulasi pendidikan Indonesia, model guru ideal yang paling sesuai bagi Indonesia kontemporer adalah model integratif.akhlak dan keteladanan Al-Ghazali tetap relevan, namun harus dilengkapi persyaratan akademik dan profesional sebagaimana ditekankan Zakiah Daradjat agar selaras dengan tuntutan kualifikasi dan kompetensi pendidik (Pemerintah Republik Indonesia, 2005.
Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah berikut: Pertama, menguji operasionalisasi model integratif guru ideal yang menggabungkan etika-akhlak Al-Ghazali dengan prasyarat akademik dan kompetensi profesional Zakiah Daradjat dalam konteks sekolah/madrasah dengan pendekatan empiris. Kedua, meneliti lebih dalam tentang pengaruh orientasi material dalam mengajar terhadap kestabilan psikologis guru dan sikapnya terhadap peserta didik, serta implikasinya bagi kualitas pendidikan. Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran guru dalam membangun integritas moral dan arah hidup peserta didik dalam pendidikan modern, serta bagaimana model Al-Ghazali dapat diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut.
| File size | 129.55 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai rhitung > rtabel (0,994 > 0,248), yang berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesisBerdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai rhitung > rtabel (0,994 > 0,248), yang berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis
UnwahasUnwahas Kompetensi spiritual guru merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di Madrasah Ibtidaiyah, berperan sebagai landasan moral, epistemologis,Kompetensi spiritual guru merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di Madrasah Ibtidaiyah, berperan sebagai landasan moral, epistemologis,
UnwahasUnwahas Nilai-nilai Islam diintegrasikan secara implisit melalui keteladanan dan interaksi kelas, bukan melalui pengajaran religi eksplisit. Terdapat kesenjanganNilai-nilai Islam diintegrasikan secara implisit melalui keteladanan dan interaksi kelas, bukan melalui pengajaran religi eksplisit. Terdapat kesenjangan
STTPBSTTPB Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teologis-pedagogis yang mereposisi kompetensi literasi-numerasi guru PAK bukan sekadar tuntutanPenelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teologis-pedagogis yang mereposisi kompetensi literasi-numerasi guru PAK bukan sekadar tuntutan
UMPUMP Lulusan menilai diri mereka kompeten dalam pemahaman konsep keperawatan dan keterampilan klinis, namun memberi skor terendah pada kepemimpinan dan manajemen,Lulusan menilai diri mereka kompeten dalam pemahaman konsep keperawatan dan keterampilan klinis, namun memberi skor terendah pada kepemimpinan dan manajemen,
UNISMUHUNISMUH Temuan menyoroti bahwa penerapan kerangka TANDUR yang diperkuat media interaktif menciptakan lingkungan belajar dinamis dan inklusif yang menjembataniTemuan menyoroti bahwa penerapan kerangka TANDUR yang diperkuat media interaktif menciptakan lingkungan belajar dinamis dan inklusif yang menjembatani
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kendala teknis masih ditemukan, namun dapat diatasi dengan inisiatif guru dan dukungan fasilitas sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan mediaKendala teknis masih ditemukan, namun dapat diatasi dengan inisiatif guru dan dukungan fasilitas sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media
UBTUBT Untuk mencapai target tersebut, program ini dilakukan dengan metode lokakarya melalui tiga tahap, yaitu (a) pramenulis, (b) menulis, dan (c) pascamenulis.Untuk mencapai target tersebut, program ini dilakukan dengan metode lokakarya melalui tiga tahap, yaitu (a) pramenulis, (b) menulis, dan (c) pascamenulis.
Useful /
STAINUPASTAINUPA Selain itu, tradizi ziarah juga digunakan sebagai ujian awal untuk melihat resiliensi santri baru dalam menunjukkan kesungguhannya dalam menuntut ilmuSelain itu, tradizi ziarah juga digunakan sebagai ujian awal untuk melihat resiliensi santri baru dalam menunjukkan kesungguhannya dalam menuntut ilmu
STAINUPASTAINUPA Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode study kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode study kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
UMNUMN Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki tugas dan fungsi utama dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, termasuk dalam hal pernikahan, pembinaanKantor Urusan Agama (KUA) memiliki tugas dan fungsi utama dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, termasuk dalam hal pernikahan, pembinaan
STAINUPASTAINUPA Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil evaluasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak, khususnya pada materi mengenalPermasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil evaluasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak, khususnya pada materi mengenal