STAINUPASTAINUPA

Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Pendidikan Agama Islam

Sebagai sistem agama yang dianut oleh mayoritas orang Indonesia, Islam memiliki dua pijakan ajaran. Yang pertama berasal dari Al Quran, yang dianggap sebagai kalamullah, dan Hadits, yang dianggap sebagai sunah Rasulullah. Yang kedua berasal dari ajaran kontekstual yang berasal dari cipta rasa dan karsa manusia yang dipengaruhi oleh lingkungan geografis, sosial, dan budaya. Akibatnya, berbagai kearifan dan tradisi yang berbeda muncul sebagai hasil dari lingkungan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi atas tradisi Ziarah di Pondok Tremas yang dilakukan oleh para santri baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi tradisi ziarah di Pondok Tremas sebagai penguatan moderasi beragama bagi santri-santri baru di perguruan Islam tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tradisi ziarah sangat relevan dengan konteks dan upaya penguatan moderasi beragama bagi santri karena kesesuaian tradisi ziarah dengan salah satu indicator moderasi beragama, yaitu reservasi budaya dan tradisi local.

Tradisi ziarah di Pondok Tremas memiliki tujuan untuk menanamkan kecintaan kepada para pendiri Pondok Tremas dan sebagai bentuk penghormatan mereka, serta untuk menanamkan nilai-nilai tentang mengingat kematian.Selain itu, tradizi ziarah juga digunakan sebagai ujian awal untuk melihat resiliensi santri baru dalam menunjukkan kesungguhannya dalam menuntut ilmu di Pondok Tremas.Tradisi Ziarah di Pondok Tremas sangat relevan dengan upaya penguatan sikap moderasi beragama di kalangan santri karena tradisi tersebut sesuai dengan salah satu indicator moderasi beragama, yaitu memelihara budaya atau tradisi local sebagaimana telah disuarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia.

Saran penelitian lanjutan pertama adalah melakukan studi komparatif terhadap tradisi ziarah di beberapa pesantren di Indonesia untuk mengevaluasi variasi pelaksanaan dan pengaruhnya terhadap moderasi beragama, sehingga dapat mengidentifikasi faktor kontekstual yang memperkuat atau melemahkan efektivitas tradisi tersebut. Kedua, diperlukan penelitian kuantitatif yang mengukur hubungan antara frekuensi ziarah dan tingkat resilien serta sikap toleransi santri, menggunakan instrumen skala yang terstandardisasi untuk mendapatkan bukti empiris yang lebih kuat. Ketiga, peneliti dapat merancang studi longitudinal yang mengikuti alumni pesantren selama beberapa tahun setelah lulus untuk menilai dampak jangka panjang tradisi ziarah terhadap praktik moderasi beragama di masyarakat luas, termasuk kontribusi mereka dalam kegiatan sosial dan interfaith. Semua saran ini diharapkan dapat melengkapi temuan kualitatif saat ini, memperluas generalisasi hasil, serta memberikan dasar kebijakan yang lebih berbasis bukti bagi pengembangan pendidikan agama yang inklusif.

  1. Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist | Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/almuashirah/article/view/10525Moderasi Beragama menurut Al QurAoan dan Hadist Jurnal Ilmiah Al Muashirah Media Kajian jurnal ar raniry ac index php almuashirah article view 10525
  2. TRADISI ZIARAH KUBUR: MOTIF DAN AKTIVITAS PENZIARAH DI MAKAM YANG DIKERAMATKAN | Khazanah: Jurnal Sejarah... doi.org/10.15548/khazanah.v12i1.643TRADISI ZIARAH KUBUR MOTIF DAN AKTIVITAS PENZIARAH DI MAKAM YANG DIKERAMATKAN Khazanah Jurnal Sejarah doi 10 15548 khazanah v12i1 643
  3. Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan | Jurnal Bimas Islam. aktualisasi moderasi beragama... jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi/article/view/113Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan Jurnal Bimas Islam aktualisasi moderasi beragama jurnalbimasislam kemenag go index php jbi article view 113
Read online
File size211.5 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test