UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamAl-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Indonesia, sebagai negara multikultural dengan beragam agama, budaya, etnis, dan bahasa, menghadapi tantangan intoleransi dan radikalisme yang mengancam stabilitas sosial. Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai wilayah multikultural, membutuhkan strategi penguatan moderasi agama untuk menjaga harmoni antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi tentang program penguatan moderasi agama. Evaluasi program menggunakan model Ralph W. Tyler yang menekankan aspek perencanaan, implementasi, dan hasil. Program diterapkan melalui pembentukan Forum Perwakilan Umat Beragama (FPUB), dialog antaragama, kerja bakti lintas agama, kamp harmoni, pawai harmoni, dan pelatihan moderasi. Faktor pendukung meliputi peran aktif institusi formal, dokumen perencanaan jelas, kondisi sosial terbuka, keterlibatan pemimpin agama, dan logika program sistematis. Faktor penghambat meliputi anggaran terbatas, pemahaman masyarakat yang terbatas, dan sumber daya manusia kompeten yang minim.

Program penguatan moderasi agama di Kabupaten Bengkulu Utara berhasil menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat melalui pendekatan pendidikan berbasis partisipasi masyarakat.Implementasi program menunjukkan kesesuaian kuat dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, khususnya nilai-nilai wasathiyah, toleransi, dan keadilan sosial dalam konteks masyarakat multikultural.Program ini diterapkan melalui berbagai aktivitas yang bertujuan memperkuat nilai-nilai harmoni antaragama.Beberapa program yang diterapkan meliputi pembentukan Forum Perwakilan Umat Beragama (FPUB), sosialisasi nilai-nilai moderasi, kamp harmoni, pawai harmoni, pertemuan doa lintas agama, dan pelayanan pemakaman lintas agama.Program ini merefleksikan implementasi prinsip-prinsip moderasi agama, seperti komitmen nasional, penolakan kekerasan (non-kekerasan), penghormatan terhadap budaya lokal, dan penguatan toleransi antaragama.Dari perspektif pendidikan Islam, program moderasi agama di Kabupaten Bengkulu Utara sangat selaras dengan ajaran Islam.Nilai-nilai seperti toleransi, persaudaraan manusia, dan penghormatan terhadap perbedaan merupakan bagian integral dari pendidikan Islam, yang berasal dari Al-Quran dan Hadits.Bentuk sosialisasi nilai-nilai moderasi agama, seperti melalui aktivitas pendidikan (kamp harmoni, pawai harmoni, doa bersama), merefleksikan praktik pendidikan Islam kontekstual yang membangun kesadaran kolektif dalam menjaga harmoni dan keharmonisan sosial dalam masyarakat plural.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide: Pertama, mengkaji lebih dalam faktor-faktor pendukung dan penghambat program moderasi agama di daerah pedesaan, dengan mempertimbangkan karakteristik sosial-budaya yang unik. Kedua, mengembangkan model pendidikan berbasis masyarakat yang lebih inklusif dan efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi agama. Ketiga, melakukan penelitian komparatif tentang implementasi program moderasi agama di berbagai wilayah dengan karakteristik sosial-budaya yang berbeda, untuk memahami tantangan dan keberhasilan masing-masing wilayah.

Read online
File size150.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test