CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS

JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia UtamaJKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi kesehatan masyarakat berbasis sekolah yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik sekaligus memperkuat kesiapan belajar. Kajian ini bertujuan menilai bukti empiris mengenai keterkaitan MBG dengan status gizi, konsentrasi/motivasi belajar, kehadiran sekolah, dan prestasi akademik melalui systematic literature review (SLR). Penelusuran dan seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan pencarian pada Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan Scopus untuk publikasi periode 2024–2026. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi disintesis secara naratif menggunakan pendekatan tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa bukti yang tersedia lebih konsisten pada luaran proksimal, terutama konsentrasi/fokus, motivasi belajar, dan indikator kebugaran yang dirasakan (energi, stamina, daya tahan tubuh). Sebaliknya, luaran distal seperti status gizi dan kehadiran sekolah menunjukkan hasil yang lebih bervariasi; pada satu studi komparatif, status gizi tidak berbeda signifikan antara kelompok penerima dan non-penerima, sementara kehadiran lebih tinggi pada kelompok non-penerima. Bukti mengenai prestasi akademik menunjukkan indikasi peningkatan pada sebagian konteks, namun desain penelitian yang didominasi non-eksperimental membatasi interpretasi kausal. Studi kualitatif menegaskan bahwa kualitas implementasi seperti ketepatan distribusi, variasi menu, penerimaan siswa, pengendalian keamanan pangan, serta mekanisme pemantauan berperan penting dalam menentukan capaian program. Secara keseluruhan, MBG berpotensi menjadi intervensi antar lintas sektor kesehatan tetapi dan pendidikan yang memperkuat kesiapan belajar peserta didik, optimalisasi dampaknya memerlukan penguatan tata kelola dan pemantauan berbasis indikator, serta evaluasi berkelanjutan dengan desain penelitian yang lebih kuat untuk menilai luaran distal secara lebih akurat.

Berdasarkan sintesis sepuluh studi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi sebagai intervensi kesehatan masyarakat berbasis sekolah yang terutama berkaitan dengan perbaikan luaran proksimal kesiapan belajar.Temuan yang paling konsisten muncul pada konsentrasi/fokus dan motivasi belajar, serta indikator kebugaran yang dirasakan (energi, stamina, dan daya tahan tubuh), meskipun kekuatan bukti didominasi desain non-eksperimental sehingga tidak seluruhnya dapat ditafsirkan sebagai hubungan kausal.Sebaliknya, bukti mengenai luaran distal terutama status gizi dan kehadiran sekolah lebih bervariasi.Studi komparatif menunjukkan status gizi tidak berbeda signifikan antara penerima dan non-penerima MBG, sementara kehadiran justru lebih tinggi pada kelompok non-penerima pada satu konteks penelitian.Variasi ini mengindikasikan bahwa luaran distal dipengaruhi determinan yang lebih luas, termasuk konsistensi implementasi, penerimaan menu, ketepatan distribusi, serta faktor di luar sekolah (misalnya kondisi keluarga dan akses ke sekolah).Dengan demikian, MBG relevan sebagai program lintas sektor kesehatan–pendidikan, tetapi manfaatnya sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan dan sistem pemantauan yang berkelanjutan.

Untuk memperkuat basis bukti, penelitian berikutnya disarankan menggunakan desain yang lebih kuat (misalnya longitudinal atau eksperimental dengan kelompok kontrol) dan memasukkan faktor kontekstual utama (status sosial-ekonomi, dukungan keluarga, dan akses sekolah) agar kontribusi MBG terhadap luaran distal dapat dinilai lebih akurat dari perspektif kesehatan masyarakat. Selain itu, diperlukan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi program, terutama pada komponen proses (ketepatan distribusi, keamanan pangan, penerimaan menu, dan pengurangan sisa makanan) serta luaran proksimal dan distal melalui indikator yang terstandar dan terukur. Peningkatan kualitas implementasi di tingkat sekolah dan penyedia layanan perlu diprioritaskan, termasuk konsistensi variasi menu, mekanisme quality control, dan koordinasi lintas aktor agar asupan aktual siswa tidak tereduksi oleh kendala operasional.

  1. Pelaksanaan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 4 Tangerang: Penelitian | Jurnal Pengabdian... doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1335Pelaksanaan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 4 Tangerang Penelitian Jurnal Pengabdian doi 10 31004 jerkin v3i4 1335
  2. Government Instruments and Challenges in the Free Nutritious Meal Program (MBG) in Bandung City | Journal... doi.org/10.22219/logos.v8i2.41554Government Instruments and Challenges in the Free Nutritious Meal Program MBG in Bandung City Journal doi 10 22219 logos v8i2 41554
  3. Efektivitas dan Tantangan Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Intervensi Pendidikan di Indonesia... doi.org/10.33578/kpd.v4i3.p362-368Efektivitas dan Tantangan Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Intervensi Pendidikan di Indonesia doi 10 33578 kpd v4i3 p362 368
Read online
File size453.41 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test