UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)

Filosofi “Ale Rasa Beta Rasa memiliki makna mendalam bagi masyarakat Maluku, mewujudkan harmoni komunal, empati, dan saling pengertian. Filosofi ini berfungsi sebagai kompas moral bagi orang Maluku untuk membina ikatan persaudaraan yang kuat. Namun, implementasi nilai-nilai ini di Jayapura menghadapi tantangan, seperti perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, dan ekonomi yang menciptakan ketidaksetaraan dalam interaksi sosial dan pembentukan hubungan antarindividu. Penelitian ini bertujuan menganalisis “Ale Rasa Beta Rasa sebagai filosofi hidup dalam merawat ikatan Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi ini mengajarkan kebersamaan, saling membantu, dan toleransi beragama. Sikap saling menghormati dan menghargai menunjukkan bahwa Keluarga Maluku di Jayapura tidak membeda-bedakan anggotanya berdasarkan status sosial atau agama. Nilai-nilai Ale Rasa Beta Rasa mencakup toleransi dalam aspek sosial dan agama, tetap relevan dan diterapkan oleh masyarakat Maluku di Jayapura. Kesimpulannya, filosofi “Ale Rasa Beta Rasa merupakan simbol kebersamaan, toleransi, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura.

Filosofi “Ale Rasa Beta Rasa merupakan simbol penting dari kebersamaan, toleransi, dan solidaritas.Nilai-nilai kebersamaan dan saling membantu yang diajarkan oleh filosofi ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial di masyarakat modern.Dengan mengedepankan nilai-nilai ini, komunitas dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, sekaligus mencegah konflik dan perpecahan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana filosofi Ale Rasa Beta Rasa dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah di Kabupaten Jayapura, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati sejak dini. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana filosofi ini berperan dalam mengatasi konflik sosial yang mungkin timbul akibat perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, atau agama di masyarakat Maluku Tengah. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan implementasi filosofi Ale Rasa Beta Rasa di berbagai komunitas Maluku di luar Kabupaten Jayapura, guna mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Dengan menggali lebih dalam mengenai implementasi filosofi ini dalam berbagai aspek kehidupan, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kohesi sosial dan mempromosikan budaya perdamaian di masyarakat Maluku.

  1. Mediating Peace through Local Tradition of Cross-Religious Community in Saparua Island, Moluccas | Toisuta... doi.org/10.18860/eh.v24i2.18051Mediating Peace through Local Tradition of Cross Religious Community in Saparua Island Moluccas Toisuta doi 10 18860 eh v24i2 18051
  2. UNGKAPAN BAHASA ALE RASA BETA RASA DALAM KOMUNIKASI SOSIAL DI MALUKU DAN PEMBENTUKAN KARAKTER | Wenno... doi.org/10.18860/ling.v6i2.1453UNGKAPAN BAHASA ALE RASA BETA RASA DALAM KOMUNIKASI SOSIAL DI MALUKU DAN PEMBENTUKAN KARAKTER Wenno doi 10 18860 ling v6i2 1453
Read online
File size331.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test