UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)

Kesadaran toleransi menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan asas Bhineka Tunggal Ika. Upaya yang dilakukan dengan melakukan komunikasi dan interaksi antar budaya untuk menciptakan akulturasi budaya tanpa menghilangkan esensi budaya lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh komunikasi dan interaksi antar budaya (X) terhadap kesadaran toleransi siswa (Y). Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2024 di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 172 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran kuesioner. Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas, dan linieritas. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diketahui nilai Sig. Pengaruh X terhadap Y sebesar 0,000 > 0,05 dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X terhadap Y. Selain itu, berdasarkan analisis koefisien determinasi (R Square) menunjukkan persentase pengaruh variabel X terhadap Y sebesar 67,9% sedangkan sisanya 32,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi komunikasi dan interaksi antar budaya yang dilakukan oleh siswa maka akan membawa pengaruh positif pada tingginya kesadaran toleransi dalam diri siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta.

Terdapat pengaruh positif dan signifikan komunikasi dan interaksi antar budaya terhadap kesadaran toleransi siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta.Variabel komunikasi dan interaksi antar budaya berkontribusi sebesar 67,9% terhadap kesadaran toleransi siswa, sedangkan 32,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian.Semakin tinggi tingkat komunikasi dan interaksi antar budaya yang dilakukan siswa, semakin tinggi pula kesadaran toleransi yang dimiliki.

Pertama, perlu diteliti bagaimana implikasi penerapan Kurikulum Merdeka terhadap perkembangan kesadaran toleransi siswa dalam jangka panjang, terutama dalam konteks pembelajaran yang menekankan komunikasi antar budaya. Kedua, penting untuk mengkaji faktor-faktor lain di luar komunikasi antar budaya yang turut memengaruhi kesadaran toleransi, seperti peran keluarga, media sosial, atau pengalaman pribadi melalui metode kualitatif mendalam. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dengan sekolah yang masih menggunakan kurikulum sebelumnya untuk melihat pengaruh sistem kurikulum terhadap pembentukan sikap toleran siswa secara lebih komprehensif. Studi-studi tersebut dapat membuka wawasan baru tentang strategi efektif dalam membangun toleransi melalui pendidikan formal. Selain itu, pendekatan lintas disiplin ilmu seperti psikologi pendidikan atau sosiologi dapat digunakan untuk memahami akar penyebab rendahnya toleransi. Penelitian juga bisa menggali efektivitas proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam konteks multikultural. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. Fokus pada konteks daerah dengan keragaman budaya tinggi juga dapat memberikan temuan yang lebih kaya. Semua ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan benar-benar menjadi alat pemersatu bangsa. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengisi celah yang belum terjawab oleh penelitian ini secara menyeluruh.

Read online
File size388.41 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test