UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)Civics Education and Social Science Journal (CESSJ)

Penelitian ini dilakukan karena maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi atau kampanye pada Pilpres 2024 dan besarnya angka pemilih pemula pada kategori Gen Z sebagai generasi aktif penguna media sosial, tetapi disisi lain muncul sebuah permasalahan yaitu sikap apatis Gen Z terhadap dunia politik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh media sosial terhadap partisipasi Gen Z dan jenis media sosial yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap partisipasi Gen Z pada Pilpres 2024. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan media sosial berpengaruh dalam meningkatkan partisipasi Pilpres tahun 2024 sebanyak 92,1%, karena : 1) Capres dan Cawapres mengajak berinteraksi secara langsung melalui live pada platform media sosial, 2) Capres dan Cawapres melibatkan artis, selebgram dan influencer ternama dalam kampanye melalui media sosial, 3) pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam konten kampanye, 4) pengunaan visualisasi pada konten kampanye. Untuk jenis media sosial yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap partisipasi Gen Z pada Pilpres 2024 yaitu; Instagram dan Tiktok. Tetapi disisi lain, Gen Z juga perlu mendapatkan pendidikan politik karena angka partisipasi yang besar tidak menunjukkan tingkat pemahaman politik yang benar. Gen Z hanya menyimak kampanye digital melalui video-video pendek yang menarik tanpa melakukan cross check mengenai kebenaran informasi yang didapat. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi karena attention span mereka yang rendah dan pada akhirnya Gen Z sering termakan berita hoax.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media sosial memberikan pengaruh terhadap partisipasi Gen Z sebanyak 92,1%.Kampanye digital melalui media sosial yang dilakukan para Capres dan Cawapres memberikan dampak yang signifikan, karena melalui media sosial Gen Z sebagai pemilih pemula dapat mengetahui gagasan mereka.Instagram dan Tiktok menjadi jenis media sosial yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap partisipasi Gen Z pada Pilpres 2024.Gen Z juga perlu mendapatkan Pendidikan Politik, karena angka partisipasi yang besar tidak menunjukkan tingkat pemahaman Politik yang benar.Gen Z hanya menyimak kampanye digital yang menggunakan konten menarik dan video pendek tanpa cross check informasi yang didapat.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai strategi kampanye digital dalam meningkatkan pemahaman politik Gen Z, dengan fokus pada bagaimana konten yang disajikan dapat mendorong Gen Z untuk melakukan verifikasi informasi secara kritis. Kedua, penelitian dapat mengkaji peran influencer dan tokoh publik dalam membentuk opini politik Gen Z, serta bagaimana strategi kolaborasi yang efektif dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi yang akurat dan relevan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana pendidikan politik informal melalui media sosial dapat dirancang untuk meningkatkan literasi politik Gen Z, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan preferensi media yang disukai oleh generasi ini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan partisipasi politik Gen Z yang cerdas dan bertanggung jawab, serta mengurangi dampak negatif dari penyebaran informasi hoaks dan disinformasi.

Read online
File size438.92 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test