CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS

JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia UtamaJKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama

Secara global, jumlah pengguna rokok elektrik meningkat dari 58,1 juta menjadi 89,9 juta orang. Di Indonesia, peningkatan serupa juga terjadi dalam lima tahun terakhir, yaitu dari 0,3% menjadi 3,2%. Di Provinsi Jambi, prevalensi penggunaan rokok elektrik meningkat dari 0,8% pada 2018 menjadi 1,9% pada 2023. Kenaikan ini menandakan bahwa penggunaan rokok elektrik tetap menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus, terutama pada kelompok usia di atas 30 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat merokok konvensional terhadap perilaku merokok elektrik pada guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah non probability sampling berupa teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebesar 180 guru dan diperoleh sampel akhir 155 dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat rokok konvensional dengan perilaku merokok elektrik (p-value=0,000). Diperlukan penguatan penerapan Kawasan Tanpa Rokok, edukasi kesehatan, serta pembatasan akses rokok elektrik di sekitar sekolah guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari paparan vape.

Penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang memiliki riwayat merokok konvensional memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk menggunakan rokok elektrik dibandingkan guru tanpa riwayat merokok konvensional.Perilaku merokok elektrik di kalangan guru SMP di Kota Jambi dipengaruhi oleh faktor faktor predisposisi, pemungkinkan, dan penguat, seperti pengalaman merokok sebelumnya, kemudahan akses, dan persepsi sosial.Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat merokok konvensional dan perilaku merokok elektrik (p=0,000).

1) Meneliti dampak jangka panjang penggunaan rokok elektrik pada kesehatan guru, dengan fokus pada perbandingan antara guru yang pernah merokok konvensional dan yang tidak; 2) Meneliti efektivitas program edukasi digital berbasis media sosial dalam mengurangi perilaku merokok elektrik di kalangan guru, termasuk faktor motivasi dan hambatan penggunaan; 3) Meneliti hubungan antara kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah dengan tingkat kepatuhan guru terhadap larangan merokok elektrik, serta peran lembaga pendidikan dan kesehatan dalam pengawasan dan pelaporan pelanggaran.

Read online
File size448.25 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test