UMBUMB

EL-TA’DIB: Journal of Islamic EducationEL-TA’DIB: Journal of Islamic Education

Tradisi wirid Yasin merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin, baik di masjid, surau, maupun di rumah-rumah warga, dengan membaca surat Yasin, tahlil, dan doa bersama. Dari sudut pandang pendidikan Islam, tradisi ini bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana pembinaan moral, spiritual, sosial, dan kultural bagi umat Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna, nilai, serta relevansi tradisi wirid Yasin dalam membentuk karakter dan kesadaran religius masyarakat Muslim. Tradisi Wirid Yasin merupakan praktik religius yang mengakar kuat dalam kehidupan suku Melayu. Selain sebagai ritual spiritual, tradisi ini mengandung dimensi edukatif yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Wirid Yasin. Dengan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa Wirid Yasin bukan sekadar pembacaan ayat suci, melainkan sarana internalisasi nilai akidah, ukhuwah Islamiyah, dan pendidikan karakter (akhlak). Tradisi ini berfungsi sebagai lembaga pendidikan non-formal yang efektif dalam menjaga kohesi sosial dan penguatan spiritual masyarakat Melayu.

Tradisi Wirid Yasin pada suku Melayu bukan hanya sekadar ritual formalitas, melainkan sebuah institusi pendidikan sosial-religius.Di dalamnya terkandung kurikulum kehidupan yang mengajarkan ketauhidan, solidaritas sosial, dan konsistensi ibadah.Transformasi nilai-nilai ini krusial untuk dipertahankan di tengah arus modernisasi.Tradisi wirid Yasin merupakan praktik keagamaan yang sarat nilai-nilai pendidikan Islam.Ia mengandung dimensi spiritual, moral, sosial, dan kultural yang berfungsi membentuk karakter dan kesadaran religius umat.Dengan demikian, tradisi wirid Yasin bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan warisan budaya Islam Nusantara yang perlu dilestarikan dan dimaknai kembali dalam rangka memperkuat pendidikan akhlak dan spiritual generasi muda.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai adaptasi tradisi wirid yasin di berbagai wilayah Melayu, untuk memahami bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam di dalamnya diinterpretasikan dan dipraktikkan secara berbeda-beda. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi peran serta dampak tradisi wirid yasin terhadap pembentukan karakter anak-anak dan remaja Melayu, khususnya dalam konteks pendidikan non-formal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model integrasi tradisi wirid yasin ke dalam kurikulum pendidikan formal, sehingga nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya dapat diinternalisasikan secara lebih sistematis dan efektif. Dengan demikian, tradisi wirid yasin tidak hanya menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Melayu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan keislaman yang luas.

Read online
File size360.7 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test