IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di KBIT Ulil Albab Kebumen dan mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung pola asuh anak usia dini yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di KBIT Ulil Albab Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan kepala sekolah, guru formal, guru tpq, dan wali anak didik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBIT Ulil Albab Kebumen menerapkan dua bentuk pola asuh, yaitu pola asuh otoriter dan demokratif. Faktor pendukung pola asuh anak usia dini di KBIT Ulil Albab Kebumen adalah tenaga ajar yang memadai, anak-anak yang kondusif, fasilitas yang memadai, dan adanya hafalan bersama di halaman. Faktor penghambatnya adalah keterlambatan kedatangan anak, konsentrasi anak, dan kondisi psikologi anak.

Berdasarkan penelitian dan pembahassan di atas, KBIT Ulil Albab Kebumen hanya ada dua bentuk pola asuh yang diterapkan yaitu pola asuh otoriter dan pola asuh demokratif.Beberapa karakteristik Pola Asuh Otoriter yang muncul antara lain.(1) Guru senantiasa memberikan perhatian penuh sebagai bentuk kasih sayang kepada anak didik.(2) Guru lebih cenderung memberikan perintah dan larangan terhadap anak didik.(3) Guru selalu melatih anak untuk disiplin.(4) Guru senantiasa memantau aktivitas dan perkembangan anak didik.(5) Guru akan memberikan hukuman atau sanksi jika telah melakukan kesalahan.Sedangkan karakteristik pola asuh demokratif yang muncul adalah.(1) Anak diberi kebebasan guru untuk melakukan kegiatan sesuai dengan keinginannya.(2) Guru akan membimbing anak didik secara perlahan dan sabar.(3) Hubungan saling menghormati yang erat antara guru dan anak didik.(4) Semua larangan yang diperintahkan di sampaikan kepada anak didik selalu menggunakan kata-kata mendidik, bukan kata-kata kasar.(5) Guru memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan, dan yang tidak baik supaya ditinggalkan.(6) Guru selalu memberikan bimbingan kepada anak didik dengan penuh perhatian dan kasih sayang.(7) Guru tidak mendiktekan apa-apa yang harus dikerjakan anak didik, akan tetapi selau disertai dengan penjelasan-penjelasan yang bijaksana.Faktor Pendukung dan Penghambat Pola Asuh Anak Usia Dini di KBIT Ulil Albab Kebumen.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi yang lebih intensif, seperti evaluasi mingguan atau bulanan, untuk memantau perkembangan anak dan efektivitas pola asuh yang diterapkan. Kedua, penting untuk meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara guru formal dan guru tpq, serta antara pihak sekolah dan wali murid, agar pengasuhan anak dapat dilakukan secara konsisten dan terkoordinasi. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada dampak jangka panjang dari pola asuh otoriter dan demokratif terhadap perkembangan moral dan karakter anak usia dini, serta bagaimana pola asuh tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik anak secara individual.

Read online
File size290.95 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test