POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM

Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras Kesehatan

Pemberian faktor eksposi dalam pemeriksaan radiologi merupakan kunci untuk menghasilkan radiograf yang berkualitas yang dapat memberikan informasi anatomi yang jelas dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan informasi anatomi dari radiograf pemeriksaan cranium sebagai indikasi kualitas radiograf pada pemilihan beberapa faktor eksposi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Hermina Arcamanik pada bulan April 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan survei. Phantom cranium digunakan sebagai objek penelitian, dan faktor eksposi diatur pada variasi nilai tegangan tabung dari 60-80kV dengan nilai arus tabung diatur tetap pada 20mAs. Hasil radiograf dievaluasi untuk melihat detail anatominya dan dianalisis melalui uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi anatomi untuk setiap nilai tegangan tabung adalah 4.18 untuk 60kV, 3.91 untuk 65kV, 3.50 untuk 70kV, 2.27 untuk 75kV, dan 1.14 untuk 80kV. Nilai 60kV/20mAs memiliki nilai mean rank tertinggi menunjukkan bahwa faktor eksposi tersebut memberikan informasi detail anatomi yang paling optimal.

Berdasarkan evaluasi hasil radiograf pemeriksaan cranium dengan variasi faktor eksposi, terdapat pengaruh signifikan antara variasi nilai kV terhadap informasi detail anatomi.Nilai tegangan tabung 60 kV dengan 20 mAs memberikan informasi detail anatomi cranium terbaik dengan mean rank sebesar 4.Penelitian selanjutnya disarankan menyesuaikan pemilihan nilai kV dengan ketebalan objek dan menggunakan rentang 60–70 kV untuk memperoleh anatomi yang jelas dan tegas.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh kombinasi variasi kV dan mAs terhadap kualitas gambar radiograf serta dosis radiasi pada pasien, sehingga dapat menentukan protokol eksposur optimal yang mempertimbangkan keseimbangan antara kontras anatomi dan keamanan radiasi. Selanjutnya, diperlukan studi klinis yang melibatkan pasien dengan variasi ketebalan tengkorak untuk mengidentifikasi nilai kV yang paling tepat pada setiap kategori ketebalan, guna memastikan detail anatomi yang optimal tanpa mengorbankan dosis radiasi yang berlebih. Akhirnya, pengembangan sistem penentuan eksposur otomatis berbasis kecerdasan buatan dapat diuji pada lingkungan rumah sakit, dengan memanfaatkan data parameter pasien (misalnya berat badan, usia, dan ketebalan tengkorak) untuk menghasilkan pengaturan kV dan mAs yang individualized, meningkatkan konsistensi kualitas radiograf serta mengurangi variabilitas antaroperator.

  1. PENGUKURAN KUALITAS CITRA DIGITAL COMPUTED RADIOGRAPHY MENGGUNAKAN PROGRAM PENGOLAH CITRA | Ningtias... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/view/5950PENGUKURAN KUALITAS CITRA DIGITAL COMPUTED RADIOGRAPHY MENGGUNAKAN PROGRAM PENGOLAH CITRA Ningtias journal unnes ac nju index php JPFI article view 5950
  2. Pengaruh Faktor Eksposi dengan Ketebalan Objek pada Pemeriksaan Foto Thorax Terhadap Gambaran Radiografi... journal.gunabangsa.ac.id/index.php/joh/article/view/115Pengaruh Faktor Eksposi dengan Ketebalan Objek pada Pemeriksaan Foto Thorax Terhadap Gambaran Radiografi journal gunabangsa ac index php joh article view 115
  3. KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI TUMOR-TUMOR TULANG RAWAN DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2020 | E-Jurnal Medika... ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/82590KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI TUMOR TUMOR TULANG RAWAN DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016 2020 E Jurnal Medika ojs unud ac index php eum article view 82590
  4. Evaluasi Hasil Radiograf Cranium Proyeksi Antero Posterior Menggunakan Variasi KV Di Instalasi Radiologi... jurnal.politeknikalislam.ac.id/index.php/jutek/en/article/view/142Evaluasi Hasil Radiograf Cranium Proyeksi Antero Posterior Menggunakan Variasi KV Di Instalasi Radiologi jurnal politeknikalislam ac index php jutek en article view 142
Read online
File size590.98 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test