STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU
FIDEIFIDEIDukungan iman memiliki peran penting dalam membentuk spiritualitas remaja. Remaja yang menerima dukungan iman secara simultan dari orang tua dan pembina remaja cenderung memiliki tingkat spiritualitas yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan iman orang tua dan dukungan iman pembina remaja terhadap spiritualitas remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Subjek penelitian terdiri dari 120 remaja berusia 15–25 tahun yang aktif di Gereja Kristen Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan iman orang tua dan dukungan iman pembina remaja terhadap spiritualitas remaja. Dukungan iman yang diberikan secara sinergis oleh kedua pihak menunjukkan korelasi positif yang signifikan terhadap perkembangan spiritualitas remaja. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pembinaan remaja, dengan menekankan perlunya kolaborasi antara pembina remaja di gereja dan orang tua dalam mendukung pertumbuhan spiritualitas remaja secara optimal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan iman dari orang tua dan pembina remaja berkontribusi signifikan terhadap spiritualitas remaja, dengan pembina memiliki pengaruh yang lebih kuat.Dukungan simultan dari kedua pihak mendorong tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, menandakan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan gereja.Temuan ini menegaskan bahwa relasi yang hangat, teladan hidup yang konsisten, dan keterlibatan aktif dalam pembinaan iman menjadi kunci dalam membentuk spiritualitas remaja, terutama dalam konteks pascapandemi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik dalam dukungan iman orang tua yang paling efektif dalam meningkatkan spiritualitas remaja, seperti frekuensi komunikasi rohani, kualitas waktu bersama, atau gaya pengasuhan yang berorientasi pada iman. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembinaan remaja yang lebih terintegrasi antara keluarga dan gereja, dengan melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pembinaan dan memberikan pelatihan yang relevan bagi mereka. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran media sosial dan teknologi digital dalam membentuk spiritualitas remaja, serta bagaimana gereja dan keluarga dapat memanfaatkan platform tersebut untuk memberikan dukungan iman yang positif dan relevan bagi generasi muda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai dinamika spiritualitas remaja dan membantu gereja serta keluarga dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif dan kontekstual.
- Relationship Between Parental Attachment and Faith Support with Adolescent Religiosity | Veritas: Jurnal... doi.org/10.36421/veritas.v18i1.326Relationship Between Parental Attachment and Faith Support with Adolescent Religiosity Veritas Jurnal doi 10 36421 veritas v18i1 326
- Validity and reliability analysis of the Support of Faith Scale | Jurnal Psikologi Ulayat. validity reliability... publication.k-pin.org/index.php/jpu/article/view/93Validity and reliability analysis of the Support of Faith Scale Jurnal Psikologi Ulayat validity reliability publication k pin index php jpu article view 93
- The Relationship Between Parental Attachment and Faith Support with Intrinsic Religiosity of Emerging... ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/321The Relationship Between Parental Attachment and Faith Support with Intrinsic Religiosity of Emerging ojs seabs ac index php Veritas article view 321
| File size | 380.58 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Pola asuh demokratis dianggap paling baik karena mendorong interaksi yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak. Sementara itu, pola asuh permisifPola asuh demokratis dianggap paling baik karena mendorong interaksi yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak. Sementara itu, pola asuh permisif
MUTIARAHATIMOESLEMMUTIARAHATIMOESLEM Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun (AR) yang menjalani masa percobaan diStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun (AR) yang menjalani masa percobaan di
YAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURANYAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURAN Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi peran ayah dalam membentuk perkembangan sosial-emosional anak sebagaimana digambarkan dalam buku GentlePenelitian ini bertujuan menganalisis representasi peran ayah dalam membentuk perkembangan sosial-emosional anak sebagaimana digambarkan dalam buku Gentle
STAITARUNASTAITARUNA Kesimpulannya, penguasaan Qirâah al‑Kutb oleh mahasiswa studi keislaman melalui teori semantik kontekstual sangat penting karena memberikan kerangkaKesimpulannya, penguasaan Qirâah al‑Kutb oleh mahasiswa studi keislaman melalui teori semantik kontekstual sangat penting karena memberikan kerangka
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri (personal hygiene) padaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri (personal hygiene) pada
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Kesehatan mental remaja merupakan penentu penting dari hasil perkembangan, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola pengasuhan, interaksi sosial, danKesehatan mental remaja merupakan penentu penting dari hasil perkembangan, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola pengasuhan, interaksi sosial, dan
ITEKES BALIITEKES BALI Tiap pola asuh yang dipilih orang tua dalam pengasuhan anak dalam keluarga memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Pola asuh demokratis memilikiTiap pola asuh yang dipilih orang tua dalam pengasuhan anak dalam keluarga memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Pola asuh demokratis memiliki
UNTAGUNTAG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara perilaku asertif dan harga diri dengan tingkat kecenderungan depresi. Penelitian dilakukan padaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara perilaku asertif dan harga diri dengan tingkat kecenderungan depresi. Penelitian dilakukan pada
Useful /
UNUGHAUNUGHA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya adalah siswa di sekolah dasar Negeri (SDN) 37 Sungai Bangek,Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya adalah siswa di sekolah dasar Negeri (SDN) 37 Sungai Bangek,
UNUGHAUNUGHA Serta dalam menyelesaikan masalah numerasi, siswa baik. Ada peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan masalah materi numerasi. Kesimpulan adalahSerta dalam menyelesaikan masalah numerasi, siswa baik. Ada peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan masalah materi numerasi. Kesimpulan adalah
STAITARUNASTAITARUNA Pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed berhasil mengintegrasikan strukturalisme linguistik Saussure dengan hermeneutika Qurani, menghasilkan metodePendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed berhasil mengintegrasikan strukturalisme linguistik Saussure dengan hermeneutika Qurani, menghasilkan metode
STAITARUNASTAITARUNA Pendekatan hermeneutika modern menegaskan paradigma baru dalam memahami nasikh wa mansukh, mengungkapkan kerentanan konsep klasik yang bergantung padaPendekatan hermeneutika modern menegaskan paradigma baru dalam memahami nasikh wa mansukh, mengungkapkan kerentanan konsep klasik yang bergantung pada