JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchKesehatan mental remaja merupakan penentu penting dari hasil perkembangan, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial. Penelitian empiris yang meneliti variabel-variabel ini secara bersamaan masih terbatas, terutama di sekolah-sekolah perkotaan Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial dengan kesehatan mental siswa di SMPN 9 Palu. Desain cross-sectional kuantitatif digunakan pada bulan Februari 2025, melibatkan 93 siswa kelas delapan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi untuk pola pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial, sementara kesehatan mental dinilai menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Analisis mengungkapkan bahwa pola pengasuhan (p=0,001), interaksi sosial (p=0,033), dan nilai-nilai sosial (p=0,034) semuanya berhubungan signifikan dengan kesehatan mental remaja. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi terpadu dan multi-level yang menargetkan lingkungan keluarga dan sekolah untuk memupuk kesejahteraan psikologis remaja. Studi ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan yang buruk, interaksi sosial yang tidak memadai, dan nilai-nilai sosial yang rendah merupakan faktor risiko signifikan untuk gangguan kesehatan mental pada populasi ini, menegaskan peran penting lingkungan sosio-familial.
Studi ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan yang buruk, interaksi sosial yang tidak memadai, dan nilai-nilai sosial yang rendah merupakan faktor risiko signifikan untuk gangguan kesehatan mental pada populasi ini, menegaskan peran penting lingkungan sosio-familial.Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi terpadu dan multi-level yang menargetkan lingkungan keluarga dan sekolah untuk memupuk kesejahteraan psikologis remaja.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme spesifik yang mendasari hubungan ini dan untuk mengembangkan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental remaja.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk menyelidiki arah kausalitas antara faktor-faktor sosio-familial dan kesehatan mental remaja. Hal ini akan membantu memahami apakah pola pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial secara langsung memengaruhi kesehatan mental remaja, atau sebaliknya. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja dalam menghadapi tantangan kesehatan mental, serta peran keluarga dan lingkungan sosial dalam proses pemulihan. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi kesehatan mental remaja. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program-program yang menargetkan pola pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Program-program ini dapat disesuaikan dengan konteks budaya dan sosial lokal, serta melibatkan partisipasi aktif dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.
| File size | 391.64 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH WHO menjelaskan bahwa fenomena baru yang mempengaruhi kesehatan mental remaja pada saat ini adalah maraknya kasus bullying baik di sekolah maupun di luarWHO menjelaskan bahwa fenomena baru yang mempengaruhi kesehatan mental remaja pada saat ini adalah maraknya kasus bullying baik di sekolah maupun di luar
YANAYANA Studi menggunakan skala Likert yang telah divalidasi sebelumnya sebagai instrumen penelitiannya. Melakukan uji validitas dan reliabilitas serta pendekatanStudi menggunakan skala Likert yang telah divalidasi sebelumnya sebagai instrumen penelitiannya. Melakukan uji validitas dan reliabilitas serta pendekatan
UNAIUNAI Temuan ini kontras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pria biasanya memiliki harga diri yang lebih tinggi dan wanita lebih rentan terhadapTemuan ini kontras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pria biasanya memiliki harga diri yang lebih tinggi dan wanita lebih rentan terhadap
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Kuesioner berisi 20 pernyataan dan mengukur trauma matematika melalui tiga indikator: kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan, kelelahan dalam sistemKuesioner berisi 20 pernyataan dan mengukur trauma matematika melalui tiga indikator: kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan, kelelahan dalam sistem
ETDCIETDCI Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa angkatan pertama tersebut memiliki miskonsepsi tergolong tinggi berdasarkan hasil identifikasi menggunakanBerdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa angkatan pertama tersebut memiliki miskonsepsi tergolong tinggi berdasarkan hasil identifikasi menggunakan
INSCHOOLINSCHOOL Foto-foto dan analisis menunjukkan bahwa kombinasi pembelajaran daring yang terstruktur dengan kegiatan luar ruangan yang mematuhi protokol kesehatan dapatFoto-foto dan analisis menunjukkan bahwa kombinasi pembelajaran daring yang terstruktur dengan kegiatan luar ruangan yang mematuhi protokol kesehatan dapat
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil menunjukkan bahwa dari siswa full day school di SDN Kauman 1 Kota Mojokerto, sebanyak 15 siswa (76,2%) mengalami stres dengan tingkat sedang, sedangkanHasil menunjukkan bahwa dari siswa full day school di SDN Kauman 1 Kota Mojokerto, sebanyak 15 siswa (76,2%) mengalami stres dengan tingkat sedang, sedangkan
UNYUNY Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam rerata model mental kimia sekolah berdasarkan tingkat kelas, tetapi tidak pada rerataHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam rerata model mental kimia sekolah berdasarkan tingkat kelas, tetapi tidak pada rerata
Useful /
UNITAS PDGUNITAS PDG Percobaan dilakukan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari satu faktor yaitu dosis kompos dengan enam taraf yaitu 0 ton/ha, 3 ton/ha, 6 ton/ha, 9 ton/ha,Percobaan dilakukan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari satu faktor yaitu dosis kompos dengan enam taraf yaitu 0 ton/ha, 3 ton/ha, 6 ton/ha, 9 ton/ha,
UNIMALUNIMAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerugian cabang pada feeder dapat dikurangi hingga 87,22 % dan profil tegangan dapat ditingkatkan dari 0,828 pu menjadiHasil penelitian menunjukkan bahwa kerugian cabang pada feeder dapat dikurangi hingga 87,22 % dan profil tegangan dapat ditingkatkan dari 0,828 pu menjadi
UNIMALUNIMAL Dalam studi ini, metode Equal Incremental Cost dengan pendekatan Regresi Linear dipresentasikan untuk memperoleh biaya pembangkitan minimum. Kasus yangDalam studi ini, metode Equal Incremental Cost dengan pendekatan Regresi Linear dipresentasikan untuk memperoleh biaya pembangkitan minimum. Kasus yang
UNYUNY Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogis sebagai calon pendidik Penjas yang profesional sebagaimana yang diamanatkan pada Undang-UndangTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogis sebagai calon pendidik Penjas yang profesional sebagaimana yang diamanatkan pada Undang-Undang