JOURNALMPCIJOURNALMPCI

Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition Research

Prevalensi anemia pada remaja putri Indonesia mencapai 15,5%. Tablet suplemen darah masih belum diterima dengan baik oleh para wanita muda. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi daya terima dan kandungan zat besi Keloreal. Metode eksperimen diterapkan, menggunakan skala hedonik untuk menilai atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur, dan metode Spektrofotometri Absorpsi Atom (AAS) untuk menentukan kandungan zat besi dalam formula terbaik. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, diikuti oleh uji Mann-Whitney. Formulasi MS0 menerima skor hedonik keseluruhan tertinggi. Namun, di antara dua formulasi perlakuan, MS2 lebih dapat diterima oleh panelis karena kepahitannya yang lebih ringan dan rasa moringa yang kurang menonjol, sehingga menghasilkan penerimaan yang lebih baik dibandingkan MS1. Kadar zat besi yang diukur menggunakan metode Spektrofotometri Absorpsi Atom (AAS) adalah 0,0596 mg/g untuk formulasi MS2 dan 0,0756 mg/g untuk kontrol (MS0). Meskipun konsentrasi zat besi lebih rendah, MS2 dianggap sebagai alternatif camilan potensial karena kadar mikronutrien pelengkapnya yang tinggi yang berperan sinergis dalam mendukung metabolisme zat besi dan eritropoiesis.

Rata-rata daya terima MS0 adalah 4,27, MS1 adalah 2,92, dan MS2 adalah 3,67.Formulasi MS0 memiliki daya terima terbaik (4,27), diikuti oleh MS2 (3,67) sebagai formula perlakuan dengan daya terima terbaik.Kadar zat besi tertinggi ditemukan pada MS0 (0,0756 mg/g), sedangkan MS2 adalah 0,0596 mg/g.Meskipun demikian, MS2 tetap menunjukkan potensi signifikan sebagai camilan fungsional untuk pencegahan anemia, terutama mengingat profil nutrisinya secara keseluruhan.Penelitian lebih lanjut harus fokus pada eksplorasi variasi yang lebih luas dalam konsentrasi moringa dan kedelai, serta memasukkan bahan-bahan yang kaya akan vitamin C, prebiotik, dan protein untuk mengoptimalkan bioavailabilitas zat besi.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai metode pengolahan, seperti fermentasi atau perendaman, terhadap kandungan zat besi dan bioavailabilitasnya dalam Keloreal. Hal ini penting untuk memastikan bahwa zat besi dalam produk dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dan penambahan bahan-bahan alami yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi, seperti vitamin C atau senyawa fitokimia tertentu. Kombinasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Keloreal dalam mencegah anemia. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak konsumsi Keloreal secara berkelanjutan terhadap status zat besi dan hemoglobin pada remaja putri, serta memantau potensi efek samping atau interaksi dengan obat-obatan lain. Dengan demikian, dapat diperoleh data yang komprehensif untuk mendukung rekomendasi penggunaan Keloreal sebagai bagian dari program pencegahan anemia.

  1. Acceptability and Iron Content of a Moringa (Moringa oleifera) and Soy-Based Cereal (Keloreal) for Anemia... doi.org/10.56303/jhnresearch.v4i2.491Acceptability and Iron Content of a Moringa Moringa oleifera and Soy Based Cereal Keloreal for Anemia doi 10 56303 jhnresearch v4i2 491
  1. #vitamin c#vitamin c
  2. #remaja putri#remaja putri
Read online
File size466.33 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3eo
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test