JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchMasyarakat yang tinggal di dekat lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sering terpapar tingkat polusi udara ambien yang tinggi, yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan psikososial mereka. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara paparan polusi udara ambien, khususnya karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO₂), dan hasil kesehatan sosial masyarakat yang tinggal di dekat TPA Kawatuna di Palu, Indonesia. Studi potong lintang yang melibatkan 143 responden dilakukan menggunakan wawancara terstruktur dan penilaian paparan lingkungan. Analisis korelasi, uji Mann-Whitney U, dan model regresi diterapkan untuk memeriksa hubungan antara paparan polusi udara dan gangguan pernapasan, perilaku merokok, tingkat stres, dan interaksi sosial. Temuan mengungkapkan korelasi positif yang signifikan antara paparan CO dan NO₂ dan tingkat stres (r=0,217, p = 0,022), meskipun hubungannya lemah. Tidak ada asosiasi signifikan yang ditemukan antara paparan polusi udara dan perilaku merokok, interaksi sosial, atau gangguan pernapasan dalam analisis multivariat. Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa individu dengan gangguan pernapasan terpapar tingkat CO dan NO₂ yang lebih tinggi (p = 0,038). Paparan polusi udara ambien di masyarakat ini lebih terkait dengan stres psikososial daripada perilaku kesehatan fisik atau interaksi sosial. Intervensi kesehatan berbasis masyarakat harus mempertimbangkan konteks budaya dan risiko lingkungan yang dirasakan untuk secara efektif mempromosikan kesehatan pada populasi yang rentan ini.
Studi ini menyoroti hubungan kompleks antara paparan polusi udara ambien dan dampak kesehatan sosial yang dialami oleh masyarakat yang tinggal di dekat TPA Kawatuna di Palu, Indonesia.Temuan menunjukkan bahwa paparan karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO₂) secara signifikan terkait dengan peningkatan tingkat stres, yang menunjukkan dampak psikososial di luar risiko kesehatan fisik pada masyarakat yang berdekatan dengan TPA.Selain itu, individu dengan gangguan pernapasan ditemukan terpapar tingkat CO dan NO₂ yang lebih tinggi, yang memperkuat risiko kesehatan yang terkait dengan tinggal di dekat TPA.Hasil ini menggarisbawahi pentingnya menggabungkan intervensi kesehatan masyarakat yang peka terhadap budaya yang mengatasi tidak hanya konsekuensi fisik polusi tetapi juga dimensi psikologis dan sosial.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman kita tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang paparan polusi udara terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis masyarakat di sekitar TPA. Penelitian ini dapat melacak perubahan tingkat stres, depresi, dan kecemasan dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan antara paparan polusi dan hasil kesehatan mental. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi, pengalaman, dan mekanisme koping masyarakat terhadap polusi udara. Wawancara mendalam dan kelompok fokus dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana masyarakat memahami risiko polusi, bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan yang tercemar, dan apa saja dukungan sosial yang mereka butuhkan untuk mengatasi stres dan meningkatkan kesehatan mereka. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas berbagai strategi untuk mengurangi paparan polusi udara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Intervensi ini dapat mencakup program pendidikan tentang kesehatan lingkungan, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, dan promosi perilaku sehat seperti penggunaan masker dan peningkatan ventilasi rumah. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan bukti yang lebih komprehensif untuk menginformasikan kebijakan dan praktik yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara.
| File size | 518.85 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
IJNMSIJNMS Latar belakang: Masa remaja adalah masa yang begitu penting dalam hidup manusia, karena terjadi proses awal kematangan organ reproduksi pada manusia yangLatar belakang: Masa remaja adalah masa yang begitu penting dalam hidup manusia, karena terjadi proses awal kematangan organ reproduksi pada manusia yang
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Program edukasi dan pendampingan pemanfaatan herbal lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sehat pasien Diabetes Melitus. IntervensiProgram edukasi dan pendampingan pemanfaatan herbal lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sehat pasien Diabetes Melitus. Intervensi
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Dalam konteks ini, program news magazine Satu Indonesia di NET. menjadi contoh menarik bagaimana televisi menggabungkan fungsi informasi, hiburan, danDalam konteks ini, program news magazine Satu Indonesia di NET. menjadi contoh menarik bagaimana televisi menggabungkan fungsi informasi, hiburan, dan
UMNUMN Namun, banyak remaja yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat, dan melakukanNamun, banyak remaja yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat, dan melakukan
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Simpulan: Remaja tahap tengah memiliki pengetahuan tertinggi, dan perempuan lebih memahami pencegahan DM dibanding laki-laki. Berdasarkan hasil temuanSimpulan: Remaja tahap tengah memiliki pengetahuan tertinggi, dan perempuan lebih memahami pencegahan DM dibanding laki-laki. Berdasarkan hasil temuan
ITSCIENCEITSCIENCE Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa siswa dan siswi SMA Taruna Indonesia dapat mengaplikasikan kontrol input dan output urine harian secara seimbang.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa siswa dan siswi SMA Taruna Indonesia dapat mengaplikasikan kontrol input dan output urine harian secara seimbang.
ITSCIENCEITSCIENCE Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdianSetelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdian
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Masalah penelitian ini adalah tingginya nilai OHI-S anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalahMasalah penelitian ini adalah tingginya nilai OHI-S anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah
Useful /
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Hasil: Hasil pengabdian masyarakat yaitu terdapat peningkatan pemahaman andikpas yang signifikan mengenai pencegahan skabies. Peserta menunjukkan perubahanHasil: Hasil pengabdian masyarakat yaitu terdapat peningkatan pemahaman andikpas yang signifikan mengenai pencegahan skabies. Peserta menunjukkan perubahan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Hasil: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 41,1% menjadiHasil: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 41,1% menjadi
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Setelah intervensi, 70% pasien berada pada kategori nyeri ringan (skala 1–3) dan 30% pasien berada pada kategori nyeri sedang (skala 4–6), serta tidakSetelah intervensi, 70% pasien berada pada kategori nyeri ringan (skala 1–3) dan 30% pasien berada pada kategori nyeri sedang (skala 4–6), serta tidak
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Penerapan edukasi Pendidikan Kesehatan pada lansia mampu meningkatkan pemahaman kontekstual, keterlibatan aktif, serta kepercayaan diri lansia dalam mengelolaPenerapan edukasi Pendidikan Kesehatan pada lansia mampu meningkatkan pemahaman kontekstual, keterlibatan aktif, serta kepercayaan diri lansia dalam mengelola