JURNALKUJURNALKU

Journal of Law, Administration, and Social ScienceJournal of Law, Administration, and Social Science

Pengukuran kinerja apotek sangat penting dilaksanakan untuk melihat perkembagan secara menyeluruh kinerja dalam periode tertentu. Manfaat pengukuran kinerja antara lain ialah mempengaruhi kebijakan gaji karyawan, serta sebagai dasar penentuan kebijakan kedepan dengan mengevaluasi kelemahan diperiode lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meng di Apotek Nusa Cendana Jatirogo. Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian studi kasus non eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua kegiatan pelayanan oleh petugas di Apotek Nusa Cendana dan semua pelanggan yang datang ke Apotek Nusa Cendana. Sedangkan sampelnya adalah ialah kegiatan pelayanan yang mengacu pada Balanced Scorecard di Apotek Nusa Cendana Jatirogo dengan teknik pengambilan sampel secara accidental atau berdasarkan kebetulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kinerja Apotek Nusa Cendana Jatirogo sudah baik. Dari perspeektif pelanggan tingkat kepuasan pelanggan rata-rata dengan kriteria Puas, dengan jumlah pengunjung rata-rata 132 orang perhari dan dapat dikatakan cukup ramai.kemudian Tingkat ketersediaan obat di Apotek Nusa Cendana cukup lengkap dengan kategori baik secara kemasan dan aman secara tingkat kadaluarsa. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang ada pada Apotek Nusa Cendana sudah baik, karena dari penanggung jawab apotek sudah memiliki struktur perencanaan yang baik untuk penunjang pembelajaran dan pertumbuhan bagi karyawan maupun apotek itu sendiri melalui rapat, evaluasi dan seminar.

Perspektif bisnis internal dari keseluruhan aspek yang digunakan dikatakan cukup baik, dan walaupun masih perlu ditingkatkan kinerjanya.Perspektif pembelajaran dan pengembangan apotek sudah dikatakan baik dalam struktur perencanaan apotek.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan apotek, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti kualitas interaksi antara apoteker dan pasien, serta ketersediaan informasi obat yang lengkap dan mudah dipahami. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediktif yang dapat membantu apotek dalam mengantisipasi kebutuhan obat pelanggan, sehingga mengurangi potensi kekosongan stok dan meningkatkan efisiensi pengelolaan inventaris. Analisis mendalam mengenai dampak pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap kualitas pelayanan dan kinerja apotek juga akan memberikan wawasan berharga, terutama dalam mengidentifikasi program pelatihan yang paling efektif untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi karyawan. Dengan demikian, diharapkan apotek dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih optimal.

  1. #scoping review#scoping review
  2. #balanced scorecard#balanced scorecard
Read online
File size214.4 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2et
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test