CEREDINDONESIACEREDINDONESIA

International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana smart governance memengaruhi penciptaan smart city terhadap produktivitas kerja pegawai pada Kantor Gubernur Sumatera Utara. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan prosedur pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kuesioner, serta teknik analisis korelasi, regresi linier sederhana, uji hipotesis (t‑test), dan koefisien determinasi (R²). Hasil menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara variabel X (Smart Governance) dan Y (Produktivitas Kerja Pegawai) sebesar 0,730, menandakan pengaruh kuat; regresi menghasilkan persamaan Y = 3,084 0,827X, dan uji t menghasilkan nilai t = 8,614 (p < 0,001), sehingga dapat disimpulkan bahwa Smart Governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai, menjelaskan 53,3% variasi produktivitas di Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Smart Governance memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai dengan koefisien korelasi 0,730 dan koefisien regresi 0,827, yang berarti setiap peningkatan satu unit Smart Governance meningkatkan produktivitas sebesar 0,827 unit.Model regresi menjelaskan 53,3% variasi produktivitas kerja, menunjukkan bahwa lebih dari setengah peningkatan produktivitas dapat diprediksi oleh tingkat penerapan Smart Governance.Hasil uji t (t = 8,614, p < 0,001) menegaskan signifikansi statistik pengaruh tersebut, sehingga hipotesis bahwa Smart Governance memperbaiki produktivitas kerja dapat diterima.

Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi bagaimana tingkat literasi digital pegawai memediasi pengaruh Smart Governance terhadap produktivitas kerja, dengan menggunakan pendekatan survei longitudinal untuk mengamati perubahan seiring waktu. Selain itu, studi komparatif antara kantor gubernur provinsi lain dapat mengevaluasi perbedaan konteks institusional dalam penerapan Smart Governance dan implikasinya terhadap kinerja pegawai. Penelitian juga disarankan untuk mengeksplorasi peran faktor eksternal seperti budaya organisasi dan kebijakan sumber daya manusia dalam memperkuat atau melemahkan efek Smart Governance, menggunakan metode mixed‑methods untuk menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya, pengembangan model prediktif berbasis machine learning dapat diuji untuk memprediksi produktivitas kerja berdasarkan variabel-variabel Smart Governance dan faktor-faktor pendukung lainnya, sehingga memberikan alat bantu keputusan bagi manajemen publik.

Read online
File size502.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test