UntikaUntika

Jurnal Kebijakan dan Pelayanan PublikJurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pemerintah daerah untuk mengadopsi pendekatan Smart City dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu bentuk inovasi yang muncul dari transformasi adalah program Command Center 112 di Kabupaten Banggai, Berfungsi sebagai pusat kendali layanan darurat dan pelaporan masyarakat secara digital dengan sektor pelayanan seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, dan kedaruratan. Tujuan Penelitian menganalisis inovasi layanan multi-sektor dalam Command Center 112 berkontribusi terhadap pengembangan Smart City di Kabupaten Banggai. Metode penelitian yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Command Center 112 memiliki keunggulan relatif dalam hal kecepatan respon dan efisiensi koordinasi, serta kompatibel dengan struktur kerja organisasi. Tingkat kerumitan penggunaan tergolong rendah, dan hasil pelaksanaan dapat diamati pimpinan daerah. Pelaksanaan program belum maksimal karena keterbatasan perangkat layanan dan jangkauan yang belum merata, literasi digital dan minimnya transparansi informasi kepada publik. Untuk mencapai efektivitas perlu penguatan kapasitas teknis perluasan dan peningkatan keterlibatan publik dalam proses evaluasi dan pengawasan.

Program Command Center 112 menunjukkan keunggulan relatif dalam hal kecepatan respons dan koordinasi yang efisien, serta memiliki kesesuaian yang tinggi dengan struktur kerja organisasi yang ada di Kabupaten Banggai.Akan tetapi, implementasinya belum maksimal karena terdapat keterbatasan perangkat teknis, kerumitan jaringan di wilayah terpencil, literasi digital masyarakat yang belum merata, serta mekanisme evaluasi yang kurang transparan bagi publik.Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan sangat memerlukan sinergi antarinstansi, kebijakan yang mendukung, serta partisipasi aktif masyarakat untuk mewujudkan Smart City yang berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya bisa fokus pada cara edukasi masyarakat yang paling tepat agar mereka mau dan bisa menggunakan aplikasi Command Center. Misalnya, dengan mengajak pertanyaan, bagaimana caranya membuat panduan yang mudah dimengerti oleh para lansia atau warga di daerah yang jauh dari kota, sehingga mereka tidak lagi ragu menggunakan teknologi untuk melaporkan kejadian darurat. Selain itu, penting juga untuk meneliti hubungan antara keterbukaan informasi dengan kepercayaan publik. Sebuah studi bisa mengamati apakah jika pemerintah mempublikasikan data laporan secara terbuka, misalnya melalui website atau aplikasi, akan membuat masyarakat lebih percaya dan puas dengan layanan ini, atau justru menimbulkan masalah baru terkait privasi. Terakhir, sebuah arah penelitian yang praktis adalah mencari solusi teknologi untuk mengatasi masalah di lapangan. Penelitian ini bisa menjawab pertanyaan tentang teknologi jaringan atau jenis kamera pengawas (CCTV) seperti apa yang paling tahan cuaca dan cocok untuk medan yang sulit dijangkau di Kabupaten Banggai, namun dengan harga yang terjangkau oleh pemerintah daerah.

  1. #tata kelola#tata kelola
  2. #kepercayaan publik#kepercayaan publik
Read online
File size346.58 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-23X
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test