STPKAKSTPKAK

PastoraliaPastoralia

Konsili Vatikan II membuka tabir kegelapan dalam gereja Katolik. Lahirnya Konsili Vatikan II menjadi moment tepat bagi Gereja Katolik untuk membuka diri terhadap sesama yang lain yang berbeda agama, suku dan ras. Salah satu hal yang dialami dalam Gereja Katolik adalah mengharuskan umat untuk mengambil bagian secara aktif dalam ekaristi keselamatan. Berkaitan dengan hal demikian, maka semua orang beriman sedapat mungkin melibatkan diri dalam berbagai kegiatan Gereja di KUB, secara khusus latihan koor liturgi. Studi kali ini saya memfokuskan perhatian pada fenomena yang terjadi di KUB santu Yohanes Paulus II Oebufu yakni minimnya partisipasi kaum bapak-bapak dalam koor liturgi. Ketika ditelusuri dari para informan yang memberikan informasi ditemukan bahwa ada beragam alasan. Ada yang mengatakan bahwa sikap ego yang dominan, sementara yang lain mengatakan bahwa mental kesadaran sebagai orang Katolik masih minim. Perlu disadari bahwa kaum bapak hendaknya menjadi contoh, teladan dalam kehidupan iman keluarga. Jadi ketika bapak terlibat dalam berbagai kegiatan Gereja maka, sudah menjadi pasti bahwa anggota keluarga akan mencontohi sikap demikian. Namun bila terjadi sebaliknya bahwa para bapak pasif dalam kegiatan di KUB, maka anggota keluargaterlebih anak- anak akan mencontohi sikap ayah mereka. Pepatah Latin mengatakan: :qui bene cantat bis orat (yang bernyanyi baik ia berdoa dua kali). Maksud dari pepatah demikian bahwa dengan bernyanyi baik sebenarnya mau mengungkapkan niat dan syukur kepada Allah.

Kehadiran kaum Bapak di tengah- tengah keluarga dan masyarakat sangatlah penting, tanpa bapak sepertinya kurang lengkap keluarga itu.Hal ini telah berlangsung sejak zaman dahulu kala hingga masa kini.Peranan mereka tentu membawa berkat bagi dirinya sendiri dan keluarga yang diberikan oleh Allah.Selain sebagai kepala keluarga (pemimpin) tetapi seorang Bapak menjadi bahagian dari keluarga itu sendiri.Pertama-tama dimulai dari diri sendiri baru kepada oranglain.Ayah (kaum Bapak) harus menjadi pembawa berkat bagi keluarga dan menjaditeladan “rulemodeldalamkeluarga.Jika itu yang terjadi akan membawa pertumbuhan bagi keluarga, umat dan masyarakat.Dengan demikian kehadiran kaum bapak dalam nyanyian liturgi akan menghasilkan sebuah harmoni yang baik dan menggembirakan.Sebuah koor yang sukses karenaperpaduanyangkompakantara kelompok suara sopran, alto, tenor dan bass.Dengan demikian, partisipasi kaum bapak- bapak dalam nyanyian liturgi menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari kaum ibu- ibu.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang mendasari keengganan kaum bapak untuk terlibat dalam koor liturgi, seperti rasa malu, kurang percaya diri, atau tekanan sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui wawancara mendalam atau survei dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai strategi intervensi yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi kaum bapak dalam koor liturgi, seperti pelatihan vokal, pembentukan kelompok koor khusus bapak-bapak, atau pemberian insentif. Penelitian ini dapat menggunakan desain eksperimen atau quasi-eksperimen untuk mengukur dampak intervensi terhadap partisipasi kaum bapak. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran pemimpin gereja dan keluarga dalam mendorong partisipasi kaum bapak dalam koor liturgi. Hal ini dapat dilakukan dengan mewawancarai pemimpin gereja, anggota keluarga, dan kaum bapak yang terlibat dalam koor liturgi untuk memahami persepsi dan pengalaman mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi kaum bapak dalam koor liturgi dan mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi tersebut. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program-program pastoral yang lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan kaum bapak dalam gereja.

Read online
File size551.44 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2bK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test