PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Latar belakang dan tujuan: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan gejala berat pada banyak pasien, yang berlanjut menjadi pembentukan sindrom pasca-COVID yang memengaruhi kualitas hidup pasien. Studi ini bertujuan untuk menilai hubungan antara riwayat aktivitas fisik dan tingkat keparahan COVID-19 dengan sindrom pasca-COVID-19. Metode: Ini adalah studi potong lintang yang melibatkan 87 pasien dewasa COVID-19 yang dipilih secara acak yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Udayana dari Januari 2022 hingga Desember 2023. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik peserta, riwayat aktivitas fisik yang diukur dengan kuesioner IPAQ, tingkat keparahan COVID-19 berdasarkan beberapa indikator pada catatan medis, dan sindrom pasca-COVID yang dinilai dengan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan untuk uji Bivariat adalah Chi-Square, dan Multivariate menggunakan Uji Regresi Logistik untuk menemukan hubungan antara semua variabel. Hasil: Dari 87 pasien, 56,3% adalah pria dengan rentang usia dari 19 hingga 56 tahun. Mayoritas, 83,9% pasien mengalami gejala COVID yang parah dan 43,7% mengalami sindrom pasca-COVID, dengan distribusi tertinggi adalah kelelahan, yaitu 81,6%. Aktivitas fisik yang rendah dikaitkan dengan sindrom pasca-COVID (p=0,004), 60,5% pasien dengan aktivitas fisik yang rendah mengalami sindrom pasca-COVID dibandingkan dengan 27,3% dengan aktivitas fisik sedang. Hubungan yang signifikan juga ditemukan antara tingkat keparahan gejala COVID-19 dan kejadian sindrom pasca-COVID (p=0,002). Sebanyak 35,6% pasien yang mengalami COVID-19 ringan mengalami sindrom pasca-COVID, sementara 85,7% pasien COVID-19 yang mengalami gejala COVID-19 sedang-parah mengalami sindrom pasca-COVID. Uji multivariat juga memberikan hasil yang signifikan antara riwayat aktivitas fisik dan sindrom pasca-COVID (p=0,014) dan hubungan antara keparahan COVID-19 dan sindrom pasca-COVID (p=0,011). Kesimpulan: Ditemukan hubungan antara riwayat aktivitas fisik pra-COVID dan tingkat keparahan gejala COVID dengan kejadian sindrom pasca-COVID. Di sisi lain, tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia, dan komorbiditas dengan sindrom pasca-COVID.

Ditemukan hubungan antara riwayat aktivitas fisik pra-COVID dan tingkat keparahan gejala COVID dengan kejadian sindrom pasca-COVID.Di sisi lain, tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia, dan komorbiditas dengan sindrom pasca-COVID.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang hubungan antara aktivitas fisik, COVID-19, dan sindrom pasca-COVID. Pertama, penelitian longitudinal dengan desain kohort dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara lebih rinci bagaimana perubahan tingkat aktivitas fisik dari waktu ke waktu memengaruhi risiko perkembangan sindrom pasca-COVID. Hal ini akan memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi titik-titik kritis dalam perjalanan penyakit di mana intervensi berbasis aktivitas fisik dapat menjadi paling efektif. Kedua, penelitian kuantitatif yang lebih besar dan beragam secara demografis diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan untuk mengeksplorasi peran faktor-faktor lain yang mungkin memoderasi hubungan antara aktivitas fisik dan sindrom pasca-COVID, seperti status sosial ekonomi, akses ke layanan kesehatan, dan kondisi kesehatan mental. Ketiga, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien dengan sindrom pasca-COVID dan bagaimana aktivitas fisik memengaruhi kualitas hidup mereka. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara aktivitas fisik dan sindrom pasca-COVID, serta mengidentifikasi hambatan dan fasilitator untuk partisipasi dalam aktivitas fisik di antara pasien dengan sindrom pasca-COVID. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian kuantitatif dan kualitatif, kita dapat mengembangkan intervensi yang lebih efektif dan disesuaikan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pasien dengan sindrom pasca-COVID.

  1. The The relationship between history of physical activity and COVID-19 severity with post COVID-19 syndrome... phpmarchive.org/index.php/phpma/article/view/379The The relationship between history of physical activity and COVID 19 severity with post COVID 19 syndrome phpmarchive index php phpma article view 379
  2. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
Read online
File size322.57 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test