JOURNALMPCIJOURNALMPCI

Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition Research

Remaja merupakan populasi rentan yang mengalami perubahan psikologis dan sosial signifikan, sering kali menyebabkan kesulitan emosional dan perilaku tidak adaptif seperti self-harm. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan faktor prediktif bullying, self-esteem, kecemasan, serta masalah hubungan sebaya dengan perilaku self-harm di antara siswa SMA di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Indonesia. Penelitian cross-sectional melibatkan 678 remaja usia 15–18 tahun. Analisis univariat menunjukkan bahwa 40% responden pernah mengalami bullying, 30% memiliki self-esteem rendah, 25% melaporkan kecemasan sedang hingga berat, dan 35% memiliki masalah hubungan sebaya. Prevalensi perilaku self-harm adalah 18%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara semua variabel independen dengan self-harm (p < 0.05). Regresi logistik multivariat mengidentifikasi kecemasan sedang hingga berat sebagai prediktor terkuat (OR 3.7; 95% CI: 2.3–5.8), diikuti oleh self-esteem rendah (OR 3.1; 95% CI: 2.0–4.9), pengalaman bullying (OR 2.8; 95% CI: 1.9–4.2), dan masalah hubungan sebaya (OR 1.8; 95% CI: 1.2–2.9). Temuan ini memberikan dasar bukti untuk mengembangkan intervensi psikosocial komprehensif di sekolah untuk mengurangi prevalensi self-harm.

Studi ini menunjukkan bahwa bullying, self-esteem rendah, kecemasan sedang hingga berat, serta masalah hubungan sebaya berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko perilaku self-harm di antara remaja SMA di Kabupaten Kampar.Meskipun semua faktor ini menunjukkan hubungan signifikan, analisis multivariat mengungkapkan kecemasan sedang hingga berat sebagai korelasi statistik terkuat, diikuti oleh self-esteem rendah, bullying, dan masalah hubungan sebaya.Temuan ini menekankan pentingnya intervensi preventif komprehensif untuk mengatasi faktor-faktor psikosocial ini, mengingat kerentanan remaja selama masa perkembangan kritis dan potensi konsekuensi jangka panjang dari self-harm.Intervensi sebaiknya fokus pada pengurangan bullying, peningkatan self-esteem, manajemen kecemasan, serta penguatan hubungan positif antar sebaya di lingkungan sekolah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada desain longitudinal untuk memahami hubungan kausal antara faktor psikosocial dan perilaku self-harm, serta mengidentifikasi faktor perlindungan yang mungkin mengurangi risiko. Selain itu, penelitian kualitatif perlu dilakukan untuk memahami pengalaman hidup remaja dalam konteks budaya dan sistemik yang memengaruhi kecemasan dan self-harm. Terakhir, evaluasi efektivitas intervensi berbasis sekolah, seperti program anti-bullying atau terapi kognitif-perilaku, dapat dilakukan untuk mengukur dampaknya terhadap penurunan perilaku self-harm di kalangan remaja.

  1. Anxiety, Self-Esteem, Bullying, and Peer Problems as Correlates of Self-Harm Behavior Among Adolescents... doi.org/10.56303/jhnresearch.v4i2.480Anxiety Self Esteem Bullying and Peer Problems as Correlates of Self Harm Behavior Among Adolescents doi 10 56303 jhnresearch v4i2 480
Read online
File size385.84 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3ee
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test