JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchRemaja merupakan kelompok rentan dalam penyebaran HIV/AIDS karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya informasi yang akurat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan kesehatan, dengan bidan berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan HIV/AIDS di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bidan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pendidikan dan pencegahan HIV/AIDS di kalangan siswa sekolah menengah atas. Desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test digunakan. Penelitian melibatkan 110 siswa yang dipilih melalui total sampling. Intervensi berupa pendidikan HIV/AIDS yang disampaikan oleh bidan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test karena distribusi data tidak normal. Hasil menunjukkan peningkatan median nilai pada semua variabel setelah intervensi: peran bidan meningkat dari 40 menjadi 70, pengetahuan meningkat dari 35 menjadi 90, dan perilaku pencegahan meningkat dari 35 menjadi 80. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan statistik signifikan untuk ketiga variabel sebelum dan sesudah intervensi (ρ = 0,000 < α = 0,05). Mayoritas responden menunjukkan peningkatan pada semua variabel, menunjukkan efektivitas bidan dalam meningkatkan pendidikan dan tindakan pencegahan HIV/AIDS. Kesimpulannya, bidan berperan efektif sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kolaborasi terus-menerus antara sektor kesehatan dan pendidikan diperlukan untuk mempertahankan inisiatif kesehatan remaja.
Penelitian ini menunjukkan bahwa bidan memainkan peran penting sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan siswa sekolah menengah atas.Intervensi yang dilakukan efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS (skor median dari 35 menjadi 90), meningkatkan persepsi positif terhadap peran bidan (skor median dari 40 menjadi 70), dan memperbaiki perilaku pencegahan (skor median dari 35 menjadi 80).Hasil ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif bidan dalam lingkungan pendidikan dapat memenuhi kebutuhan remaja akan informasi yang akurat dan mendorong perilaku yang lebih sehat serta pencegahan risiko HIV/AIDS.Penelitian lanjutan dengan desain metodologi yang lebih ketat seperti uji acak terkontrol (RCT) atau studi longitudinal diperlukan untuk memperkuat generalisasi dan efektivitas jangka panjang intervensi ini.Konteks sosial dan budaya yang beragam juga harus diperhitungkan untuk memastikan dampak yang konsisten dan berkelanjutan.
1. Mengevaluasi dampak jangka panjang dari pendidikan yang disampaikan oleh bidan terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. 2. Meneliti faktor-faktor budaya dan sosial yang memengaruhi efektivitas intervensi bidan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV/AIDS di berbagai wilayah. 3. Mengembangkan dan menguji alat digital interaktif untuk pendidikan HIV/AIDS yang disampaikan oleh bidan guna meningkatkan keterlibatan dan retensi pengetahuan siswa.
| File size | 390.54 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Pada 2019, kasus Diabetes Mellitus (DM) tercatat sebanyak 463 juta, turun menjadi 424,9 juta pada 2020, lalu meningkat menjadi 537 juta pada 2021 dan 830Pada 2019, kasus Diabetes Mellitus (DM) tercatat sebanyak 463 juta, turun menjadi 424,9 juta pada 2020, lalu meningkat menjadi 537 juta pada 2021 dan 830
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas KediriTerdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Penyebaran kasus rabies paling tinggi ditularkan melalui gigitan anjing sebanyak 98%, penyakit ini tidak dapat diobati karena memiliki Case Fatality RatePenyebaran kasus rabies paling tinggi ditularkan melalui gigitan anjing sebanyak 98%, penyakit ini tidak dapat diobati karena memiliki Case Fatality Rate
THAMRINTHAMRIN Melimpahnya sumber alam dan pemanfaatan limbah yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme mendorong peneliti untuk membuat media alternatif.Melimpahnya sumber alam dan pemanfaatan limbah yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme mendorong peneliti untuk membuat media alternatif.
MALAHAYATIMALAHAYATI Pengendalian lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku pencegahan DBD. Hasil penelitian menunjukkanPengendalian lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku pencegahan DBD. Hasil penelitian menunjukkan
THAMRINTHAMRIN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah teknik Simple random sampling sebanyak 68 ibuPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah teknik Simple random sampling sebanyak 68 ibu
THAMRINTHAMRIN Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat mengenai metode rebozo khususnya ibu bersalin. Berdasarkan hasilDiharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat mengenai metode rebozo khususnya ibu bersalin. Berdasarkan hasil
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan Literature Review. Data yang digunakan ialah data sekunder. Sumber data sekunder yang didapat berupaMetode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan Literature Review. Data yang digunakan ialah data sekunder. Sumber data sekunder yang didapat berupa
Useful /
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan HIV dan keikutsertaan VCT (p=0,018), tetapi tidak ada hubungan antara stigma danHasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan HIV dan keikutsertaan VCT (p=0,018), tetapi tidak ada hubungan antara stigma dan
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh orang tua (p = 0,007) dan pergaulan teman sebaya (p = 0,004) dengan kenakalan remaja.Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh orang tua (p = 0,007) dan pergaulan teman sebaya (p = 0,004) dengan kenakalan remaja.
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Kesimpulan: Dari hasil uji Chi-Suare tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) tidak memiliki hubungan yang bermakna denganKesimpulan: Dari hasil uji Chi-Suare tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalaniPenetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalani