JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchPeritonitis bakteri spontan (SBP) adalah komplikasi serius dari sirosis hati dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Diagnosa dini sangat penting; namun, analisis cairan asites bersifat invasif dan sering menghasilkan tingkat positif budaya rendah. Studi ini bertujuan mengevaluasi kinerja diagnostik protein C-reaktif (CRP), jumlah neutrofil absolut (ANC), dan rasio neutrofil-ke-limfosit (NLR) sebagai marker non-invasif untuk deteksi awal SBP. Studi observasional prospektif dilakukan pada 90 pasien sirosis hati dengan asites yang menjalani paracentesis di Rumah Sakit Saiful Anwar, Indonesia. Tingkat CRP, ANC, dan NLR dibandingkan antara kelompok SBP dan non-SBP. Kurva karakteristik penerima (ROC) digunakan untuk mengevaluasi akurasi diagnostik, dan regresi logistik mengidentifikasi prediktor independen. NLR dan ANC secara signifikan lebih tinggi pada pasien SBP (p = 0,004 dan p = 0,033, masing-masing), sementara perbedaan tingkat CRP tidak signifikan secara statistik (p = 0,372). NLR menunjukkan kinerja terbaik (sensitivitas 81,8%, spesifisitas 68,2%) pada nilai cut-off 6,8 dan berkorelasi secara independen dengan SBP (OR = 11,09, p = 0,019). ANC memiliki sensitivitas serupa tetapi spesifisitas lebih rendah, sedangkan CRP menunjukkan nilai prediktif terlemah. Kesimpulannya, NLR dan ANC muncul sebagai biomarker non-invasif yang menjanjikan, sederhana, dan biaya rendah untuk skrining awal SBP pada pasien sirosis, terutama di tempat di mana paracentesis tidak tersedia. NLR secara khusus memiliki nilai diagnostik signifikan. Sebaliknya, CRP mungkin kurang andal pada populasi pasien ini. Studi multiset pusat yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.
Asosiasi signifikan antara peningkatan NLR dan SBP mendukung penggunaannya sebagai alat skrining sederhana, cepat, dan murah untuk identifikasi dini SBP pada pasien sirosis yang menunjukkan asites.Studi multiset pusat dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi nilai diagnostik NLR, ANC, dan CRP pada populasi pasien yang beragam.Studi prospektif yang menggabungkan penilaian menyeluruh tentang tingkat keparahan penyakit hati dan waktu standar paracentesis dapat membantu memperbaiki model prediksi yang ada.
Studi lanjutan dapat menguji kombinasi NLR dengan biomarker lain seperti prokalsitonin atau kadar albumin untuk meningkatkan akurasi prediksi SBP. Penelitian juga perlu dilakukan untuk memvalidasi nilai NLR dan ANC di populasi pasien sirosis dengan kondisi geografis atau etnis yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara waktu paracentesis terhadap hasil diagnostik dan bagaimana pengaturan waktu prosedur ini dapat memengaruhi prognosis pasien.
| File size | 397.42 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Efek ini dianggap berasal dari kandungan flavonoid, polifenol, dan vitamin C dalam rose cider yang bertindak sebagai antioksidan alami, mampu menetralkanEfek ini dianggap berasal dari kandungan flavonoid, polifenol, dan vitamin C dalam rose cider yang bertindak sebagai antioksidan alami, mampu menetralkan
ITSPKUITSPKU Teknik pengambilan data menggunakan non probability sampling dengan consecutive sampling, berjumlah 30 responden. Analisa menggunakan uji statistik Wilcoxon.Teknik pengambilan data menggunakan non probability sampling dengan consecutive sampling, berjumlah 30 responden. Analisa menggunakan uji statistik Wilcoxon.
UNIBAUNIBA p < 0,001), di mana peningkatan WHtR berkaitan dengan penurunan kapasitas fungsional pasien. Temuan ini menguatkan peran WHtR sebagai alat prediksi sederhanap < 0,001), di mana peningkatan WHtR berkaitan dengan penurunan kapasitas fungsional pasien. Temuan ini menguatkan peran WHtR sebagai alat prediksi sederhana
IJRETINAIJRETINA Hasilnya menunjukkan bahwa faricimab dikaitkan dengan peningkatan visual acuity yang signifikan pada pasien dengan nAMD, dengan hasil yang sebanding atauHasilnya menunjukkan bahwa faricimab dikaitkan dengan peningkatan visual acuity yang signifikan pada pasien dengan nAMD, dengan hasil yang sebanding atau
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara stres, pola makan, dan insiden hipertensi di kalangan lansia di Kota dan Kabupaten Sukabumi. StudiStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara stres, pola makan, dan insiden hipertensi di kalangan lansia di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Studi
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi modalitas fisioterapi dengan latihan fisiok dalam menangani pasien dengan kasus lukaStudi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi modalitas fisioterapi dengan latihan fisiok dalam menangani pasien dengan kasus luka
USUUSU Simile had 14%, metaphor had 4,3%, personification had 4,3%, synecdoche had 3,2%, metonymy had 20,4%, symbol had 11,8%, allegory had 1,0%, paradox hadSimile had 14%, metaphor had 4,3%, personification had 4,3%, synecdoche had 3,2%, metonymy had 20,4%, symbol had 11,8%, allegory had 1,0%, paradox had
USUUSU Beberapa kesimpulan dapat diambil dari hasil penelitian ini, yaitu. 1) Hasil penelitian mengenai penggunaan media audio visual melalui aplikasi CapCutBeberapa kesimpulan dapat diambil dari hasil penelitian ini, yaitu. 1) Hasil penelitian mengenai penggunaan media audio visual melalui aplikasi CapCut
Useful /
IJRETINAIJRETINA Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan pelindung mata dalam lingkungan radiologi untuk meminimalkan risiko kerusakan retina. Penelitian lebihTemuan ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan pelindung mata dalam lingkungan radiologi untuk meminimalkan risiko kerusakan retina. Penelitian lebih
IJRETINAIJRETINA Ketajaman penglihatan (VA) OK 6/24. Segmen anterior dalam batas normal. Segmen posterior, pelepasan pada pukul 9-2, robekan berbentuk tapal kuda pada pukulKetajaman penglihatan (VA) OK 6/24. Segmen anterior dalam batas normal. Segmen posterior, pelepasan pada pukul 9-2, robekan berbentuk tapal kuda pada pukul
ITSPKUITSPKU Penelitian ini menguji hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif lansia di Posyandu Lansia Budi Sehat. Desain korelasional cross-sectional dilakukanPenelitian ini menguji hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif lansia di Posyandu Lansia Budi Sehat. Desain korelasional cross-sectional dilakukan
ITSPKUITSPKU Uji chi-square dilakukan untuk menilai hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman operasi dan kehadiranUji chi-square dilakukan untuk menilai hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman operasi dan kehadiran