JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchThis study aims to determine the differences in the efficacy of oral antidiabetics, insulin, and combination therapy in outpatients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). This study used observational analysis with retrospective data collection. A total of 303 outpatients with T2DM were included in this study. The research instrument used was secondary from medical record data and examination results of Fasting Plasma Glucose (FPG) and 2-hour plasma glucose (2-h PG) values when the patient first visited and the fourth month after the first visit. The patients therapy is regarded as effective if the FPG test results range from 80-130 mg/dL and the 2-h PG test value is <180 mg/dL in the fourth month. In patients aged >60 years, it is said to be effective if the results of the FPG examination are around ≤ 180 mg/dL and the 2-h PG examination value is ≤200 mg/dL. Data were analyzed using Kruskal-Wallis analysis. Oral antidiabetics metformin and glimepiride had differences in observed effectiveness (p=0.000) < 0.05 for FPG and 2-h PG examinations in outpatients with type 2 diabetes mellitus. The type of oral antidiabetic glimepiride had differences in observed effectiveness (p=0.002) < 0.05 in the FPG examination and (p=0.006) < 0.05 in the 2-h PG examination. The oral antidiabetic drug groups metformin and glimepiride had differences in observed therapeutic effectiveness in outpatients with T2DM, while the insulin group and the combination group did not have differences in therapeutic effectiveness in T2DM patients.
The oral antidiabetic drug groups, metformin, and glimepiride, demonstrated differences in therapeutic effectiveness among outpatients with T2DM.Conversely, no significant differences in therapeutic effectiveness were observed between the insulin group and the combination therapy group.These variations in effectiveness may be attributed to the complex nature of T2DM, necessitating a multifaceted and individualized treatment approach tailored to each patients clinical condition.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas terapi antidiabetik pada pasien dengan T2DM, seperti karakteristik pasien, durasi penyakit, dan penggunaan obat-obatan penyerta. Studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi dampak jangka panjang dari berbagai regimen terapi. Selain itu, penelitian yang berfokus pada pengembangan strategi personalisasi pengobatan, berdasarkan profil genetik dan metabolik pasien, dapat meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi risiko komplikasi. Penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki peran intervensi gaya hidup, seperti diet dan olahraga, dalam meningkatkan efektivitas terapi farmakologis pada pasien T2DM, serta mengevaluasi efektivitas program edukasi pasien dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan pengelolaan mandiri penyakit.
- Positioning sulphonylureas in a modern treatment algorithm for patients with type 2 diabetes: Expert... doi.org/10.1111/dom.14102Positioning sulphonylureas in a modern treatment algorithm for patients with type 2 diabetes Expert doi 10 1111 dom 14102
- Comparative Effectiveness of Antidiabetic Therapies on Clinical Outcomes in Type 2 Diabetes Mellitus... doi.org/10.56303/jhnresearch.v4i2.481Comparative Effectiveness of Antidiabetic Therapies on Clinical Outcomes in Type 2 Diabetes Mellitus doi 10 56303 jhnresearch v4i2 481
- Rate of glycemic control and associated factors among type two diabetes mellitus patients in Ethiopia:... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0251506Rate of glycemic control and associated factors among type two diabetes mellitus patients in Ethiopia journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0251506
| File size | 646.12 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBJMUMBJM Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di Indonesia dan merupakan faktor risiko utama untuk berbagai komplikasi kardiovaskular.Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di Indonesia dan merupakan faktor risiko utama untuk berbagai komplikasi kardiovaskular.
PROSCIENCESPROSCIENCES Setelah intervensi selama tiga hari berturut-turut, responden menunjukkan penurunan signifikan dalam tekanan darah. Nilai rata-rata tekanan darah sistolikSetelah intervensi selama tiga hari berturut-turut, responden menunjukkan penurunan signifikan dalam tekanan darah. Nilai rata-rata tekanan darah sistolik
UMPUMP Studi ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D), terdiri dari 5 langkah, analisis masalah, pengembangan produk, validasi ahli, revisiStudi ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D), terdiri dari 5 langkah, analisis masalah, pengembangan produk, validasi ahli, revisi
MES BOGORMES BOGOR Hasil menunjukkan bahwa penerapan ERAS mampu menurunkan skala nyeri dari VAS 5 menjadi 2 dalam 24 jam pertama, mempercepat mobilisasi dini dari duduk hinggaHasil menunjukkan bahwa penerapan ERAS mampu menurunkan skala nyeri dari VAS 5 menjadi 2 dalam 24 jam pertama, mempercepat mobilisasi dini dari duduk hingga
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dalam tiga fase: eksplorasi melalui wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok terfokus; pengembanganPenelitian ini menggunakan desain mixed methods dalam tiga fase: eksplorasi melalui wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok terfokus; pengembangan
UNARUNAR Infeksi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan gagal napas, serta menghambat pengobatan kanker yang sedang berlangsung.Infeksi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan gagal napas, serta menghambat pengobatan kanker yang sedang berlangsung.
UMNUMN dengan status tingkat pendidikan SD/MI sebesar 64 %, Nilai pretest 70 sebanyak 24 orang (96%). Terjadi peningkatan nilai pengetahuan pendidikan kesehatandengan status tingkat pendidikan SD/MI sebesar 64 %, Nilai pretest 70 sebanyak 24 orang (96%). Terjadi peningkatan nilai pengetahuan pendidikan kesehatan
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Namun, rumah sakit masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan terkait dengan pelayanan kesehatan saat ini. Oleh karenaNamun, rumah sakit masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan terkait dengan pelayanan kesehatan saat ini. Oleh karena
Useful /
JOURNALMPCIJOURNALMPCI 4 ml/200gBW). Treatments were given daily for 30 days. The combination of Acanthus ilicifolius infusion and metformin, particularly at the 2. 4 ml/200gBW4 ml/200gBW). Treatments were given daily for 30 days. The combination of Acanthus ilicifolius infusion and metformin, particularly at the 2. 4 ml/200gBW
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Pencarian literatur (2014–2024) di PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan CINAHL. Sembilan studi termasuk dan dianalisis secara tematik. Dari 2. 987 artikel,Pencarian literatur (2014–2024) di PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan CINAHL. Sembilan studi termasuk dan dianalisis secara tematik. Dari 2. 987 artikel,
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi untuk pola pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial, sementara kesehatan mentalData dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi untuk pola pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial, sementara kesehatan mental
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I ada 47% siswa yang tuntasHal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I ada 47% siswa yang tuntas