JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchAnemia tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kritis di kalangan remaja putri. Studi ini mengeksplorasi hubungan antara konsumsi suplemen besi, asupan gizi, status nutrisi, dan anemia pada remaja putri di Banawa, Donggala Regency. Penelitian lintas penampang melibatkan 231 remaja putri berusia 12–15 tahun dari dua sekolah yang belum menerapkan program Aksi Bergizi. Prevalensi anemia mencapai 71,0%. Meskipun 61,0% peserta mematuhi konsumsi suplemen besi, tidak ada hubungan signifikan antara kepatuhan dan anemia (p=0,743). Namun, asupan vitamin C menunjukkan asosiasi kuat (p=0,001), menekankan perannya dalam penyerapan besi non-heme. Temuan ini menegaskan kebutuhan program nutrisi terpadu yang mendorong konsumsi makanan kaya vitamin C bersama suplemen besi. Kebijakan berbasis sekolah perlu disesuaikan untuk mengatasi sinergi nutrisi ini.
Prevalensi anemia pada remaja putri di Banawa sangat tinggi, dan hanya asupan vitamin C yang menunjukkan asosiasi signifikan dengan status anemia.Meskipun kepatuhan terhadap konsumsi suplemen besi relatif baik, efektivitasnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan nutrisi dan perilaku konsumsi.Strategi kesehatan publik di masa depan untuk mengatasi anemia remaja di Indonesia harus beralih dari fokus tunggal pada suplemen besi ke pendekatan nutrisi terpadu yang memprioritaskan peningkatan asupan vitamin C untuk penyerapan besi optimal.Penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan evaluasi biomarker nutrisi penting untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan merancang intervensi yang lebih efektif.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model intervensi sekolah terpadu yang menggabungkan suplemen besi mingguan, edukasi gizi, dan konsumsi buah kaya vitamin C lokal seperti jambu biji atau jeruk. Selain itu, perlu mengeksplorasi dampak ekonomi terhadap kebiasaan konsumsi vitamin C dan mengidentifikasi penghambat penyerapan besi seperti teh atau kafein. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas pendekatan edukasi berbasis media digital untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan konsumsi suplemen besi serta asupan vitamin C di kalangan remaja putri.
| File size | 418.09 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Tujuan: Diharapkan peneliti dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. L sesuai dengan standar pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan,Tujuan: Diharapkan peneliti dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. L sesuai dengan standar pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan,
MEDIAZAYNAMEDIAZAYNA Evaluasi yang dilakukan melalui pemberian post-test memiliki dampak meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya TTD. Selain itu,Evaluasi yang dilakukan melalui pemberian post-test memiliki dampak meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya TTD. Selain itu,
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kejadian anemia pada petani hortikultura melalui survei analitik dengan pendekatan cross‑sectionalPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kejadian anemia pada petani hortikultura melalui survei analitik dengan pendekatan cross‑sectional
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Temuan ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan tingkat pengetahuan mengenai program kehamilan, perilaku kesehatan, serta usia ibu saat hamil, meskipunTemuan ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan tingkat pengetahuan mengenai program kehamilan, perilaku kesehatan, serta usia ibu saat hamil, meskipun
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesiapan pasien untuk transisi HITs melalui metode ulasan skoping berdasarkan kerangka Arksey dan OMalley.Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesiapan pasien untuk transisi HITs melalui metode ulasan skoping berdasarkan kerangka Arksey dan OMalley.
STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA Peningkatan ini terbukti melalui perubahan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi, dengan nilai p yang sangat rendah. Diharapkan penerapan mediaPeningkatan ini terbukti melalui perubahan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi, dengan nilai p yang sangat rendah. Diharapkan penerapan media
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Salah satu strategi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah pendidikan gizi yang terstruktur dan terarah. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitasSalah satu strategi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah pendidikan gizi yang terstruktur dan terarah. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas
UNUSAUNUSA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati korelasi antara malnutrisi, infeksi cacing, pendapatan orang tua, dan pengetahuan terhadap prevalensi anemiaTujuan penelitian ini adalah untuk mengamati korelasi antara malnutrisi, infeksi cacing, pendapatan orang tua, dan pengetahuan terhadap prevalensi anemia
Useful /
UIN MATARAMUIN MATARAM Penelitian ini menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam konteks pendidikan Islam untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Moderasi beragama memainkanPenelitian ini menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam konteks pendidikan Islam untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Moderasi beragama memainkan
UIN MATARAMUIN MATARAM Pilgrimage to Keleang Tomb is not merely prayer but also gratitude, with the cemetery acting as an intermediary. The Keleang Tomb pilgrimage is a significantPilgrimage to Keleang Tomb is not merely prayer but also gratitude, with the cemetery acting as an intermediary. The Keleang Tomb pilgrimage is a significant
UNUSAUNUSA Penelitian dengan desain cross‑sectional retrospektif, total sampling 11 sampel dari rekam medis pasien DFU. Hasil menunjukkan enam jenis bakteri denganPenelitian dengan desain cross‑sectional retrospektif, total sampling 11 sampel dari rekam medis pasien DFU. Hasil menunjukkan enam jenis bakteri dengan
UNUSAUNUSA Sebanyak 5 mL darah diambil dan dibagi ke dalam tiga tabung masing-masing berisi 1 mL darah. Tabung pertama dan kedua dikocok delapan kali; tabung pertamaSebanyak 5 mL darah diambil dan dibagi ke dalam tiga tabung masing-masing berisi 1 mL darah. Tabung pertama dan kedua dikocok delapan kali; tabung pertama