UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan siswa tentang pemanfaatan limbah sebagai upaya penerapan konsep Green Economy di sekolah dasar. Pemanfaatan limbah merupakan aspek penting dalam mewujudkan Green Economy, yaitu perekonomian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengetahuan tentang pemanfaatan limbah dapat ditanamkan sejak dini agar tercipta generasi yang peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya adalah siswa di sekolah dasar Negeri (SDN) 37 Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kegiatan ini berupa observasi, wawancara dan analisis pengetahuan siswa tentang pemanfaatan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SDN 37 Sungai Bangek memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan limbah dengan rata-rata 82,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa SDN 37 Sungai Bangek memiliki pengetahuan yang baik tentang pemanfaatan limbah untuk mewujudkan green economy.

Pemahaman siswa tentang pemanfaatan limbah di sekolah telah mencapai tingkat yang baik dengan persentase 82,5%.Namun, diperlukan kesinambungan program pendidikan lingkungan dan praktik pengelolaan limbah.Hal ini agar siswa tidak hanya memahami, tetapi juga secara konsisten menerapkan pengetahuan tersebut dalam lingkungan mereka untuk mewujudkan ekonomi hijau.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh pendidikan pemanfaatan limbah terhadap sikap lingkungan siswa di berbagai sekolah dasar di wilayah yang lebih luas, sehingga dapat diketahui variasi dan faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman mereka. Apakah program edukasi yang mengintegrasikan kegiatan kompos dan pembuatan pupuk organik cair dapat meningkatkan kreativitas serta prestasi akademik siswa dibandingkan dengan pendekatan konvensional? Penelitian longitudinal dapat menelusuri dampak jangka panjang program pemanfaatan limbah terhadap perilaku pengurangan sampah di lingkungan sekolah dan rumah, serta kontribusinya terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Bagaimana peran guru dan fasilitas sekolah, seperti tempat sampah terpisah, dalam memfasilitasi penerapan pengetahuan limbah secara konsisten oleh siswa? Studi eksperimental yang membandingkan model pembelajaran berbasis proyek dengan model pembelajaran tradisional dapat mengidentifikasi metode paling efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata dalam ekonomi hijau. Dengan menggabungkan temuan tersebut, dapat dirancang modul kurikulum terstandarisasi yang dapat diadopsi secara nasional untuk memperkuat pendidikan lingkungan sejak usia dini.

Read online
File size244.46 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test