STIP FARMINGSTIP FARMING

AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu PertanianAGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian

Keputusan petani dalam membeli pupuk sangat dipengaruhi oleh preferensi mereka terhadap bentuk, kemasan, dan atribut lainnya. Karena banyaknya variasi pupuk di pasaran belum tentu sesuai dengan keinginan petani, perlu dilakukan analisis preferensi untuk mengetahui pilihan mereka terhadap pupuk organik dan anorganik dalam usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi petani terhadap kombinasi atribut pupuk organik dan anorganik serta menentukan atribut yang paling penting menurut petani dalam usahatani padi di Kelompok Tani Tani Makmur. Menggunakan metode sensus terhadap 63 anggota dengan teknik saturation sampling dan analisis konjoin, hasil penelitian menunjukkan bahwa petani lebih menyukai pupuk organik yang memiliki label sertifikasi, ukuran besar, harga terjangkau, bentuk padat butiran, kemasan karung plastik, dan mudah diaplikasikan. Sementara itu, pada pupuk anorganik, petani lebih memilih bentuk padat bubuk, kemasan botol plastik, ukuran besar, tanpa alat bantu, harga >Rp10.000, dan kandungan tunggal. Atribut terpenting untuk pupuk organik adalah label (31,018%), sedangkan untuk pupuk anorganik adalah kemasan (27,738%).

Penelitian menunjukkan bahwa petani di Kelompok Tani Makmur memiliki preferensi berbeda antara pupuk organik dan anorganik berdasarkan kombinasi atribut.untuk pupuk organik, petani lebih menyukai produk dengan label sertifikasi, ukuran besar, harga terjangkau, bentuk padat butiran, kemasan karung plastik, dan aplikasi tanpa alat bantu, sedangkan untuk pupuk anorganik, preferensi terfokus pada bentuk padat bubuk, kemasan botol plastik, ukuran besar, harga > Rp10.000, tanpa alat bantu, dan kandungan tunggal.Atribut terpenting bagi pupuk organik adalah label sertifikasi (31,018 %), sementara untuk pupuk anorganik adalah kemasan (27,738 %).Faktor teknis seperti kandungan pupuk dianggap kurang penting dibandingkan kenyamanan dan kebiasaan penggunaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana tingkat kepercayaan petani terhadap label sertifikasi memengaruhi keputusan pembelian pupuk organik di berbagai wilayah pertanian, dengan menggunakan pendekatan survei longitudinal untuk mengevaluasi perubahan persepsi seiring waktu. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menilai pengaruh desain kemasan ergonomis terhadap efisiensi tenaga kerja petani, khususnya dalam hal kecepatan dan kenyamanan aplikasi pupuk anorganik, sehingga dapat memberikan rekomendasi desain yang optimal bagi produsen. Terakhir, disarankan pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis web yang mengintegrasikan faktor harga, ukuran, dan atribut lain yang diprioritaskan petani, sehingga dapat memberikan rekomendasi pupuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan masing‑masing petani secara real‑time.

Read online
File size319.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test