UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Penelitian ini meneliti penggunaan bilingualisme dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa di UMNU Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana penguasaan dua bahasa di kalangan mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk berbicara dalam dua bahasa atau lebih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara melalui Google Formulir dengan 12 responden menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, sementara beberapa juga berbicara menggunakan Bahasa Inggris (6 responden), Bahasa Arab (3 responden), Bahasa Bugis (1 responden), dan juga Bahasa Jepang (1 responden). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilingualisme tidak hanya memfasilitasi komunikasi dan pemahaman budaya, tetapi juga meningkatkan peluang akademis dan professional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bilingualism memainkan peran penting dalam konteks sosial dan pendidikan, membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan memperluas jaringan sosial mereka.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan adalah salah satu variabel pendukung yang mempengaruhi munculnya fenomena bilingual.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bilingualism dapat membantu orang beradaptasi dengan lingkungan yang tidak familiar dan berfungsi sebagai penerjemah bahasa bagi mereka yang kesulitan berkomunikasi.Hal ini membantu Anda berinteraksi dengan lebih banyak orang, mempelajari budaya mereka, dan membangun hubungan yang lebih kuat.Hal ini dapat memperluas lingkaran sosial Anda dan memfasilitasi kolaborasi lintas budaya.Bilingualism sangat signifikan untuk pendidikan, khususnya di kalangan mahasiswa, dan merupakan salah satu syarat untuk melanjutkan studi ke luar negeri.Tidak hanya itu, di bidang bisnis, bilingualism juga digunakan untuk memperluas jaringan bisnis, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.Dalam data yang terlampir, semua responden (12 responden) menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, sementara 6 responden menguasai Bahasa Inggris, 3 responden menguasai Bahasa Arab, 1 menguasai Bahasa Bugis, dan 1 responden lainnya menguasai Bahasa Jepang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan bilingualisme di kalangan mahasiswa, terutama faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan sosial dan pendidikan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak bilingualisme terhadap prestasi akademik dan peluang karir mahasiswa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk meneliti strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bilingualisme di kalangan mahasiswa, terutama dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri.

  1. International Journal of research publication;. journal research publication doi.org/10.47119/IJRP100961320222926International Journal of research publication journal research publication doi 10 47119 IJRP100961320222926
  2. Second Language Acquisition Theories and Teaching Practice: How Do They Fit? - SCHULZ - 1991 - The Modern... doi.org/10.2307/329831Second Language Acquisition Theories and Teaching Practice How Do They Fit SCHULZ 1991 The Modern doi 10 2307 329831
Read online
File size211.08 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test