PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Peningkatan kebutuhan terhadap transportasi yang cepat telah menyebabkan lonjakan signifikan dalam perjalanan udara, menjadikan bandara sebagai pusat mobilitas manusia yang krusial. Kenaikan jumlah pengguna bandara ini berdampak pada peningkatan konsumsi air bersih, terutama akibat penggunaan toilet umum dan kebutuhan operasional bandara. Seiring dengan meningkatnya penggunaan air, volume air limbah yang dihasilkan pun bertambah, sehingga diperlukan sistem pengolahan yang efektif melalui sistem pra-pengolahan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data kedatangan dan keberangkatan penumpang guna memproyeksikan populasi bandara dan mengestimasi besaran serta distribusi air limbah pada tahun 2034. Pengambilan sampel air limbah dilakukan untuk menganalisis parameter utama, meliputi pH, TSS, BOD, COD, amonia nitrogen, lemak dan minyak, total koliform, bau, dan suhu, dengan metode laboratorium terakreditasi. Observasi lapangan, wawancara, studi literatur, dan kuesioner digunakan sebagai data pendukung. Estimasi timbulan air limbah pada tahun 2034 sebesar 259 m³/jam, masih berada dalam kapasitas desain IPAL sebesar 516,6 m³/jam. Distribusi air limbah dinyatakan berjalan dengan baik, dengan kecepatan aliran pipa tidak melebihi 0,3 m³/detik. Namun demikian, ketiadaan data aliran aktual membatasi validasi langsung terhadap estimasi distribusi. Evaluasi kualitas air limbah menunjukkan bahwa sistem pra-pengolahan seperti perangkap lemak (grease trap) dan unit delaserasi berperan dalam menurunkan beban pencemar sebelum masuk ke IPAL. Sebagian besar parameter kualitas air limbah telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan, meskipun kadar total koliform dari Oktober 2023 hingga Maret 2034 melebihi ambang batas Kementerian Indonesia sebesar 1.000 MPN/100 mL. Namun, nilai rata-rata sebesar 1.716 MPN/100 mL masih berada dalam batas maksimum 2.000 MPN/100 mL untuk metode pengujian alternatif.

Evaluasi kapasitas desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Unit Sanitasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa proyeksi volume air limbah hingga 2034 sebesar 6.222 m³/hari masih berada dalam kapasitas desain IPAL sebesar 12.Namun, ketiadaan meter aliran air limbah menghambat verifikasi akurasi data.Kualitas air limbah di beberapa fasilitas memenuhi baku mutu, meskipun kadar total koliform masih melebihi ambang batas Kementerian Indonesia.Efisiensi IPAL dipengaruhi oleh kurangnya perlakuan kimia dan sistem pompa yang usang.Evaluasi operasional dan perawatan menunjukkan kebutuhan peningkatan sistem penyaringan dan penggantian pompa untuk memastikan distribusi dan pengolahan air limbah yang optimal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem pemantauan aliran air limbah secara real-time menggunakan sensor canggih untuk memastikan akurasi data distribusi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas teknologi pengolahan air limbah berbasis biologi untuk mengurangi kadar total koliform tanpa mengandalkan klorinasi. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji dampak musim kering dan basah terhadap kinerja sistem pengolahan air limbah di bandara, termasuk strategi mitigasi untuk mengatasi fluktuasi volume air limbah yang signifikan.

Read online
File size746.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test