UNTAGUNTAG

JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran pemangku kepentingan dan proses kolaboratif dalam pengembangan TWAL. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi melibatkan pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, dan LSM. Peran pemangku kepentingan relatif jelas, tetapi implementasi kolaborasi masih belum optimal. Faktor penghambat meliputi tumpang tindih kewenangan, kurangnya regulasi formal, dan promosi yang belum dimaksimalkan. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kolaboratif di TWAL.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi dalam pengelolaan TWAL 17 Pulau Riung melibatkan berbagai pemangku kepentingan, namun implementasinya belum sepenuhnya efektif.Faktor penghambat seperti tumpang tindih kewenangan dan kurangnya regulasi formal perlu diatasi.Untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi, diperlukan reformulasi sistem pendanaan, peningkatan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi digital.Dengan demikian, pengelolaan TWAL 17 Pulau Riung dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi mobile dan platform informasi interaktif, untuk meningkatkan promosi TWAL dan memberikan informasi yang akurat dan menarik bagi wisatawan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di TWAL 17 Pulau Riung, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga melestarikan keindahan alam dan budaya lokal.

  1. GOVERNANCE OF INSTITUTIONAL WASTE MANAGEMENT IN JEMBER REGENCY | DIA: Jurnal Administrasi Publik. governance... doi.org/10.30996/dia.v22i01.8710GOVERNANCE OF INSTITUTIONAL WASTE MANAGEMENT IN JEMBER REGENCY DIA Jurnal Administrasi Publik governance doi 10 30996 dia v22i01 8710
  2. IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) THROUGH THE “KOTAKU” PROGRAM TO IMPROVE... doi.org/10.30996/dia.v22i01.8723IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS SDGS THROUGH THE AuKOTAKUAy PROGRAM TO IMPROVE doi 10 30996 dia v22i01 8723
Read online
File size751.57 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test