PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Tingkat kehilangan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum X sebesar 26,47% dan zona pelayanan Y volume kehilangan air sebesar 19,2 %, volume kehilangan air didominasi oleh kehilangan air secara fisik sebesar 25,4 % dan kehilangan air non fisik sebesar 8,1 %. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016 bahwa batas maksimum tingkat kehilangan air sebesar 20%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi jaringan distribusi perpipaan pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum X zona pelayanan Y. Metode penelitian ini yaitu analisis jaringan distribusi menggunakan software Epanet dengan ditinjau tekanan dan kecepatan aliran air dengan perpedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016. Tekanan aliran air pada zona pelayan Y saat jam puncak (07:00) terdapat satu daerah mengalami negative pressure (-19 m), sedangkan kecepatan aliran air mengalami kecepatan dibawah batas minum yaitu dibawah 0,3 m/detik. Evalausi system jaringan distribusi dengan mengganti diameter pipa, dari ukuran eksisting 100 mm menjadi 150 mm. Evalausi evalausi ini bertujuan untuk menghilangkan negative tekanan, sehingga air dari reservoir dapat dialirkan sampai pada pelanggan.

Setelah dilakukan evaluasi pergantian diameter pipa pada zona pelayanan Y, kondisi tekanan dan kecepatan aliran air telah memenuhi standar sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2016.Evaluasi ini berhasil mengurangi kehilangan air fisik sebesar 280,263 m³, sehingga peningkatan kinerja jaringan distribusi mampu meningkatkan efisiensi sistem perpipaan di zona pelayanan Y.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang pengaruh material pipa alternatif terhadap kehilangan air dalam jaringan distribusi yang berpotensi mengurangi kerusakan fisik. Kedua, studi mengenai pengaruh variasi tekanan aliran terhadap tingkat kebocoran pipa secara real-time untuk optimasi pengelolaan jaringan. Ketiga, pengembangan sistem pemantauan berbasis AI untuk mendeteksi kebocoran secara dini dan meningkatkan efisiensi distribusi air. Penelitian-penelitian ini dapat memperkuat dasar teori dan praktik dalam pengelolaan jaringan distribusi air minum yang berkelanjutan.

Read online
File size271.25 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test