PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Jakarta sebagai salah satu kota administratif di Provinsi DKI Jakarta memiliki kepadatan penduduk tertinggi yaitu 20.360 per km2. Jumlah kendaraan bermotor di Jakarta tercatat sebanyak 23.025.101 unit. Angka ini dapat menjadi permasalahan krusial mengingat sektor transportasi merupakan kontributor terbesar terhadap emisi udara dengan PM2.5 sebagai polutan utamanya. Kualitas udara Jakarta dipantau sebagai tidak sehat (untuk kelompok sensitif) dengan konsentrasi PM2.5 mencapai dua setengah kali batas aman menurut standar WHO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase minat pengguna kendaraan pribadi di Kawasan M.H Thamrin, Jakarta Pusat beralih menjadi pejalan kaki atau sepeda. Hasilnya kemudian akan digunakan untuk menghitung emisi yang terjadi pengurangan diikuti dengan perubahan-perubahannya. Hasil survei dianalisis menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui faktor-faktor signifikan terkait minat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih. Perhitungan emisi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 tahun 2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 91,5% pengguna kendaraan pribadi dari 12.830 penduduk Kawasan M.H. Thamrin bersedia beralih menjadi pejalan kaki yang terdiri dari 65,1% pengguna sepeda motor dan 34,9% pengguna mobil. Sebanyak 94,4% pengguna kendaraan pribadi bersedia beralih ke sepeda berbagi yang terdiri dari 63,2% pengguna sepeda motor dan 36,8% pengguna mobil. Beberapa faktor yang signifikan mempengaruhi minat masyarakat untuk beralih adalah ketersediaan jalur pejalan kaki yang lebar (> 2 m) dan biaya rendah penggunaan sepeda berbagi (Rp3.000 - Rp7.000 per perjalanan). Dengan upaya memindahkan kendaraan bermotor pribadi ke pejalan kaki, emisi PM2.5 di Kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat dapat dikurangi sebesar 93,04%, yang setara dengan 0,656 ton PM2.5/tahun. Sedangkan dengan memindahkan kendaraan bermotor pribadi ke sepeda berbagi, akan berkontribusi pada pengurangan PM2.5 sebesar 92,87%, atau 0,778 ton PM2.5/tahun.

Persentase minat pengguna kendaraan pribadi di Kawasan M.H Thamrin yang bersedia beralih menjadi pejalan kaki adalah 91,50% dengan faktor signifikan yaitu ketersediaan jalur pejalan kaki yang lebar (> 2 m) sehingga pengurangan emisi yang dihasilkan oleh perpindahan ini adalah 0,656 ton PM2.Persentase minat pengguna kendaraan pribadi di Kawasan M.H Thamrin yang bersedia beralih ke sepeda berbagi adalah 91,50% dengan faktor yang tidak memiliki efek signifikan yaitu ketersediaan biaya murah penggunaan sepeda berbagi sehingga pengurangan emisi yang dihasilkan oleh perpindahan ini adalah 0,7775 ton PM2.Kemudian, penelitian lanjutan yang sedang berlangsung diperlukan untuk menentukan emisi PM2.5 berdasarkan bahan bakar yang digunakan dan penelitian mendalam dapat dilakukan pada fasilitas dan infrastruktur yang dapat dibangun atau ditambahkan untuk menarik minat masyarakat dalam memilih pengganti kendaraan bermotor.

Untuk meningkatkan minat masyarakat dalam beralih dari kendaraan pribadi ke pejalan kaki dan sepeda berbagi, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Penelitian ini dapat mencakup desain dan implementasi jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman, serta penyediaan sepeda berbagi dengan tarif terjangkau dan sistem yang mudah diakses. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan minat masyarakat, seperti peningkatan kualitas udara dan kesadaran akan dampak lingkungan. Dengan demikian, upaya peralihan dari kendaraan pribadi ke pejalan kaki dan sepeda berbagi dapat didukung secara efektif, sehingga mengurangi emisi PM2.5 dan meningkatkan kualitas udara di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Read online
File size251.13 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test