POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Karena dampak negatifnya terhadap lingkungan seperti menimbulkan bau dan menjadi tempat berkembang biak vektor penyakit, sampah organik dari pasar tradisional merupakan masalah yang perlu diselesaikan. Salah satu metode untuk mengatasi masalah ini adalah pengomposan, dan dalam penelitian ini digunakan aktivator berbahan bokashi enceng gondok untuk mempercepat waktu pengomposan. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain post test only control group. Sampah organik diambil dari Pasar Karangdowo menggunakan metode sampling terpadu. Waktu pengomposan rata-rata pada kelompok kontrol adalah 42 hari, sedangkan pada kelompok perlakuan dengan penambahan bokashi enceng gondok 400 gr/kg, 450 gr/kg, dan 500 gr/kg masing-masing adalah 30, 28, dan 26 hari. Perbedaan waktu signifikan secara statistik (p < 0,001) dan variasi bokashi 500 gr/kg paling efektif.

Penambahan dosis bokashi enceng gondok sebesar 400 gr/kg menghasilkan kompos dalam waktu 30 hari, 450 gr/kg dalam 28 hari, dan 500 gr/kg dalam 26 hari.Penambahan bokashi enceng gondok yang paling cepat dalam proses pengomposan sampah organik di Pasar Karangdowo adalah 500 gr/kg.Penambahan bokashi enceng gondok berpengaruh signifikan terhadap waktu pengomposan.Bokashi enceng gondok efektif dalam mempercepat proses pengomposan sampah organik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan bokashi dari bahan lain seperti limbah pertanian untuk membandingkan efektivitasnya dengan bokashi enceng gondok. Selain itu, studi tentang dampak jangka panjang penggunaan bokashi terhadap kualitas kompos dan kesuburan tanah perlu dilakukan. Penelitian juga dapat mengkaji penerapan metode pengomposan ini di pasar tradisional lain dengan variasi jenis sampah organik untuk mengevaluasi skalabilitas solusi ini.

Read online
File size161.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test