POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Kegiatan pengolahan emas yang dilakukan secara amalgamasi menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat merkuri (Hg). Kayu Apu merupakan tanaman terapung yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap iklim, memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat, serta penyerapan unsur hara dan air yang besar sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai tanaman fitoremediasi untuk menyerap Hg. Tujuan penelitian true experiment ini adalah untuk menganalisis perbedaan kadar Hg antara limbah cair tanpa Kayu Apu dan limbah cair dengan penambahan Kayu Apu seberat 300 gr/ 6 l, 400 gr/ 6 l dan 500 gr/ 6 l, dengan waktu kontak 10 hari. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova dengan (cid:302) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar Hg yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,05). Pemberian Kayu Apu seberat 500 gr/ 6 l menghasilkan penurunan kadar Hg yang tertinggi, yaitu sebesar 77,6 %. Dapat disimpulkan bahwa Kayu Apu dapat digunakan sebagai fitoremediasi untuk logam Hg. Namun demikian, perlu dilakukan penelitian lanjutan yaitu menambahkan waktu kontak sebagai variabel sehingga dapat diketahui tingkat penyerapan untuk masing-masing waktu.

Rerata kadar Hg kelompok kontrol, serta X1, X2 dan X3, secara berturut-turut adalah.Penurunan kadar Hg pada kelompok perlakuan yang diberikan Kayu Apu seberat 300 gr/6 l (X1), 400 gr/6 l (X2), dan 500 gr/6 l (X3), berturut-turut adalah 35,2 %.Kadar Hg pada kelompok X2 dan X3 sudah memenuhi BML yaitu lebih kecil dari 0,005 mg/l.Terdapat perbedaan penurunan kadar Hg yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,05).

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan menambahkan variasi waktu kontak sebagai variabel yang diamati, sehingga dapat diketahui tingkat penyerapan pada masing-masing waktu, serta dapat diaplikasikan pada industri yang kegiatannya menghasilkan limbah cair yang mengandung Hg. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menguji efektivitas tanaman Kayu Apu dalam menyerap logam berat lainnya, seperti timbal (Pb) atau kromium (Cr), yang juga sering ditemukan dalam limbah cair industri. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan Kayu Apu sebagai fitoremediasi dengan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyerapan logam berat, seperti pH, suhu, dan konsentrasi logam berat dalam air limbah.

Read online
File size1.28 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test